GFX La Masia BarcelonaGFX La Masia Barcelona

Membumikan Kembali La Masia Di El Clasico Real Madrid Vs Barcelona

Rakyat Catalan pernah dibuat takjub, bangga sekaligus terharu ketika melihat klub kesayangan mereka, Barcelona, memasang 11 pemain yang semua merupakan produk orisinil La Masia, akademi sepakbola tersohor itu.

Tepatnya 25 November 2012, starting XI Barca tak menyisakan ruang untuk pemain 'outsider' ketika menghadapi Levante -- laga yang dimenangkan klub Catalans dengan skor tebal, 4-0. Dari lini belakang sampai depan, kesebalasan tim diisi generasi emas jebolan La Masia. Victor Valdes, Martin Montoya, Carls Puyol, Gerard Pique, Jordi Alba, Xavi, Sergio Busquets, Andres Inesta, Pedro, Lionel Messi dan Cesc Fabregas. 

Nama-nama di atas jelas bukanlah pemain akademi yang baru mencuat, atau mereka yang lagi panas-panasnya, atau sekadar mereka yang tengah naik daun. Namun, mereka adalah sosok-sosok yang telah ditempa sedemikian rupa selama bertahun-tahun di La Masia untuk bisa menjadi primadona lapangan hijau.

Ingat, La Masia bahkan pernah tertulis dalam tinta emas sejarah sepakbola kala trio Lionel Messi, Andres Iniesta dan Xavi berada dalam satu podium untuk memerebutkan Ballon d'Or, supremasi untuk para pesepakbola. Akademi klub mana yang pernah membuat pencapaian historis seperti ini?

Beberapa tahun terakhir, La Masia menjadi sorotan. Bukan lagi karena gebrakan-gebrakan fenomenalnya, namun seiring redupnya para tunas unggul yang diharapkan bisa mengorbit ke tim utama Barca. Adil dikatakan, semua bermuara pada prinsip dan filosofi La Masia yang tak lagi berlaku di bawah rezim mantan presiden Josep Maria Bartomeu.

Di masa kepemimpinan dalang skandal 'Barcagate' itu, La Masia menjadi carut-marut. Para loyalis Barca tak akan lupa bagaimana dia dengan entengnya melepas beberapa youngster menjanjikan La Masia seperti Abel Ruiz, Marc Cucurella dan salah satu yang paling menyedot perhatian adalah penjualan Carles Perez ke AS Roma di awal 2020 lalu. 

Saga transfer Perez jadi bahan gunjingan publik karena dia berani buka suara bagaimana Bartomeu mengubah nilai-nilai di La Masia dan lebih berorientasi pada pembelian pemain bintang ketimbang merawat pemain-pemain lokal.

Tak main-main, £367 juta dihabiskan Bartomeu hanya untuk mengangkut tiga bintang dalam diri Philippe Coutinho, Ousmane Dembele dan Antoine Griezmann, yang sampai saat ini pun trio itu belum menampilkan performa yang bisa dikatakan memuaskan alias jauh panggang dari api.

Singkatnya, di bawah komando Bartomeu, Barca kehilangan identitasnya. Lebih menyakitkannya, Los Blaugrana tak lagi bisa dominan di ajang domestik dan Eropa sebagaimana yang kita dapati di generasi emas Barca sedekade silam.

Asa itu masih ada. Untungnya, Ronald Koeman datang dengan gagasannya sendiri dan bisa dikatakan lebih banyak menabrak sistem Bartomeu. Meski di awal-awal Barca tampak kurang meyakinkan di bawah kendali eks pelatih timnas Belanda ini, bisa dimaklumi seiring periode aklimatisasi. 

Tapi yang pasti, ide-ide dan filosofi yang dibawa Koeman bagai angin segar yang menguntungkan buat para penimba ilmu di La Masia mengingat sang juru taktik sudah mafhum betul luar-dalam Barca, sebab dia melegenda di klub itu.

Proyek yang dibawa Koeman semakin mendapat sokongan seiring terpilihnya kembali Joan Laporta untuk menduduki kursi Camp Nou 1 periode kedua. Pria 58 tahun ini sangat dicintai fans karena dia dikenal lekat dengan kultur kuat Barca: La Masia dan Cruyffian.

Sesaat setelah diresmikan, Laporta dengan lantang menyuarakan bahwa dirinya akan mengembalikan semua tradisi dan nilai-nilai Barca -- termasuk menggerakkan kembali La Masia -- yang selama ini dirusak oleh Bartomeu.

Iniesta Messi Xavi BarcelonaGetty

Pique, Busquets, Alba dan Messi adalah warisan generasi emas tersisa di skuad saat ini, dengan masing-masing telah memasuki kepala tiga. Sempat muncul kekhawatiran bagaimana legasi La Masia di masa yang akan datang, namun publik Catalan tak perlu khawatir karena Koeman sukses mematangkan nama-nama potensial macam Riqui Puig, Carlos Mingueza dan Ilaix Moriba. Tentunya, jangan lupakan Ansu Fati, yang lebih dulu melejit dan saat ini tengah menepi karena cedera.

Dua nama terakhir masuk dalam daftar NXGN yang digagas Goal, bahkan Fati keluar sebagai pemenang edisi 2021, menggambarkan betapa berharganya mereka untuk masa depan Barca.

Jelang partai bertajuk el Clasico kontra Real Madrid akhir pekan ini, kesempatan bagus bagi Koeman untuk semakin menebalkan mental para jebolan La Masia yang saat ini berada di skuad inti. 

Tak hiperbolis menyebut laga ini mahagenting, mengingat kemenangan akan sangat krusial bagi Barca dan Madrid untuk memuluskan langkah mereka di tangga juara La Liga Spanyol, di mana keduanya hanya terpisah jarak dua poin di posisi kedua dan ketiga. Siapa pun pemenangnya, maka mereka akan mengudeta singgasana Atletico Madrid.

Messi, Riqui Puig, Ilaix Moriba y Trincao, BarcelonaGetty

Dalam beberapa musim terakhir memang nyaris tak terdengar sensasi dari La Masia yang ikut meramaikan el Clasico. Barca seolah masih terjebak dalam generasi emas klub -- Messi, Busquets, Pique dan Alba -- yang kian uzur termakan usia. Hanya Ansu Fati yang muncul konsisten dalam dua musim terakhir sebagai satu-satunya angkatan baru produk akademi Blaugrana.

Generasi lawas La Masia tampak tak bisa berbuat banyak kala meladeni Los Blancos setidaknya dalam tiga bentrokan terakhir, dengan Barca hanya bisa memetik satu poin dan sisanya berakhir mengenaskan, termasuk kekalahan 3-1 di kandang sendiri di pertemuan pertama musim 2020/21.

Seharusnya, enam sampai tujuh pemain asli La Masia bisa dilibatkan untuk duel dengan sang rival abadi di akhir pekan ini, dengan asumsi Moriba, Puig dan Mingueza diberi ruang untuk ambil bagian di laga ini sebagaimana kepercayaan reguler yang telah diberikan Koeman untuk ketiganya di sepanjang paruh kedua musim. Artinya, publik punya peluang melihat starting XI Barca kembali didominasi orang-orang asli La Masia Sabtu malam nanti.

Karenanya, sekarang saat yang tepat bagi darah-darah muda seperti Moriba, Puiq, Mingueza, Fati [andai saja tidak cedera], dipadukan dengan muka-muka veteran lokal macam Messi, Pique, Busquets, dan Alba untuk menggenjot kembali mesin La Masia yang sudah lama berkarat. 

Iklan
0