Prancis gfxPrancis gfx

Kylian Mbappe 'Kena Mental', Sang Juara Dunia Prancis Jatuh Dari Ketinggian!

Tiga tahun lalu, Prancis dan Kylian Mbappe berada di puncak kejayaan sebagai raja dunia.

Les Bleus berhasil merengkuh Piala Dunia 2018 dan sang striker berbakat, yang kala itu baru berusia 19 tahun, didaulat sebagai pemain muda terbaik turnamen berkat penampilannya nan aduhai dengan mengalahkan Kroasia di partai puncak.

Roda pun berputar. Di musim panas 2021, Mbappe gagal mengeksekusi penalti menentukan yang membuat Prancis tereliminasi dari Euro 2020 di fase 16 besar dari lawan yang terbilang underdog, Swiss.

Media kenamaan Prancis, L'Equipe, tak sungkan menyatakan bahwa pasukan Didier Deschamps baru saja "jatuh dari ketinggian".

Bagi Mbappe, episode ini barangkali hanya sebatas kemunduran minor dalam kariernya yang terus berkembang. Namun, akan pula timbul pertanyaan mengapa dirinya dan rekan-rekannya yang berstatus sebagai jawara dunia tampil lamban dan harus tersingkir dini?

Mbappe sendiri datang ke turnamen ini setelah mengumpulkan 41 gol baik bagi klub dan negara sepanjang periode 2020/21, termasuk menjuarai Piala Prancis bersama Paris Saint-Germain.

Kendati demikian, kampanye Euro seakan menjadi mimpi buruk bagi Mbappe. Boleh jadi, dia 'kena mental' duluan sebelum turnamen atau mungkin saja ada problem kebugaran yang tak diketahui. 

Mbappe Sissoko Pavard France Switzerland Croatia Euro 2020Getty

Yang jelas, dia bak hilang ditelan bumi sepanjang turnamen karena gagal mencetak satu pun gol dari empat laga sejauh ini.

Total, 14 tembakan berhasil diproduksinya tanpa sekali pun ada yang berhasil menyarang ke gawang lawan. Ironisnya, Mbappe adalah figur yang paling banyak menebar ancaman dibanding pemain mana pun sepanjang turnamen, tetapi dia gagal mencipta satu pun gol.

Bomber 22 tahun tersebut mengambil tanggung jawab sebagai eksekutor kelima dalam drama adu penalti kontra Swiss. Nahas, tembakannya dapat diselamatkan kiper Yann Sommer.

Eurosport.fr dalam rating pemain yang dibuatnya, menyebut Mbappe "berada di tengah-tengah mimpi buruk", sementara BBC menyatakan sang penyerang "meleleh di momen terbesar dalam kariernya dan tak mampu bergerak".

"Anda akan berpikir 'oh tidak'. Dia punya beberapa kesempatan di babak perpanjangan waktu, tapi itu tidak berjalan baik baginya," tutur pandit Gary Neville kepada ITV.

"Dia punya cita-cita jadi pemain terbaik dunia layaknya Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, namun ini adalah rintangan kecil baginya. Dia akan melewatinya," jelasnya.'

"Dia menghadapi periode sulit di turnamen ini dan cukup sulit baginya untuk membawa Prancis [tampil lebih baik]," ulas Neville.

Banyak fans menyuarakan ketidakpuasan mereka dengan performa Mbappe sepanjang Euro, terlebih lagi aksi dia di laga kontra Swiss. Bahkan dalam beberapa rating media, dia hanya diberi nilai di bawah lima.

"Kylian Mbappe benar-benar sedih, sebagaimana seluruh pemain. Namun tak seorang pun boleh marah padanya karena dia mengambil tanggung jawab untuk menendang penalti kelima," tukas pelatih Prancis Didier Deschamps.

Deschamps menegaskan, para pemain tak boleh merasa 'kena mental' selepas pertandingan. Menurutnya, dirinya yang paling bertanggung jawab atas ketersingkirkan mengenaskan ini. 

"Ini adalah tanggung jawab saya dan saya sudah bilang kepada para pemain. Ketika Prancis menang, kredit selalu diberikan kepada para pemain. Ketika segala sesuatunya jauh dari kata baik, itu adalah tanggung jawab saya. Namun, demikianlah olahraga. Anda harus menerimanya, sekalipun itu pahit," tandasnya.

Di tempat lain, legenda Prancis Patrick Vieira tak ragu mengapresiasi permainan spartan anak-anak Swiss. Baginya, mereka layak lolos ke babak perempat-final. 

Satu hal yang paling digarisbawahi Vieira adalah tidak adanya kebersamaan yang dibangun skuad Deschamps sejak memulai kompetisi, dan puncaknya mereka tak berkutik meladeni Swiss hingga drama adu penalti.

France team talk Euro 2020Getty

"Kami tidak bermain sebagai tim, jadi kami tidak pantas melaju ke babak berikutnya," seru Vieira.

Lebih miris lagi ketika mengetahui bahwa Prancis sebenarnya hanya menelan satu kekalahan dari 17 pertandingan terakhir mereka di Kejuaraan Eropa dan Piala Dunia, yakni terjadi ketika mereka ditundukkan Portugal di final Euro 2016, rekor yang membuat mereka dijagokan untuk meraih gelar mayor beruntun setelah torehan Piala Dunia 2018.

Nahas, mentalitas memang selalu jadi satu problem genting ketika berhadapan dengan sebuah panggung yang jauh lebih besar, dan celakanya, Prancis diterpa isu ini pada sosok pentolan dan harapan mereka, Mbappe.

Iklan
0