vini xabi alonsoGetty Images

Diterjemahkan oleh

Mbappe di Puncak Daftar: 3 Alasan yang Mendekatkan Vinicius ke Arsenal

Real Madrid membuka peluang bagi kepergian Vinicius Junior pada musim panas ini, jika Arsenal memutuskan untuk mengubah minat awalnya menjadi tawaran finansial yang besar, di tengah kebuntuan negosiasi perpanjangan kontrak bintang asal Brasil tersebut, yang memasuki musim terakhirnya bersama klub Spanyol itu, menurut laporan media.

Surat kabar Inggris"Daily Mail" menyebutkan, pada Sabtu hari ini, bahwa negosiasi perpanjangan kontrak tidak mengalami kemajuan apa pun selama 12 bulan terakhir, akibat tuntutan Vinicius untuk mendapatkan gaji yang mendekati Kylian Mbappe, yang tertinggi di tim, di samping bonus loyalitas yang besar, di saat Real Madrid tidak ingin mengambil risiko kehilangan pemain tersebut secara gratis pada musim panas 2027.

Baca Juga

Real Madrid Tentukan Waktu Perkenalan Rekrutan Terbarunya

Rodri Beri Tahu Manchester City soal Sikapnya Terkait Kepindahan ke Real Madrid

Laporan tersebut menambahkan bahwa pelatih Jose Mourinho diperkirakan tidak akan menghalangi kesepakatan apa pun, meski ia sangat menghargai potensi pemain itu, karena ia menilai kepergiannya bisa menyelesaikan dilema taktik yang dialami baik Carlo Ancelotti maupun Xabi Alonso, yaitu kesulitan memadukan Vinicius dan Mbappe di lini serang, mengingat keduanya sama-sama ingin menempati ruang yang sama, serta terbatasnya peran defensif mereka.

Selain itu, hubungan antara Vinicius dan Mbappe juga tidak ideal di luar lapangan, di mana pemain Prancis itu menyalahkan rekan setimnya atas kontribusinya dalam pemecatan Xabi Alonso, setelah protes Vinicius terhadap penggantian dirinya memicu krisis yang melemahkan posisi sang pelatih, yang kemudian dipecat meski Mbappe berupaya mendukungnya dengan tampil di Piala Super Spanyol dalam kondisi yang belum sepenuhnya bugar, menurut "Daily Mail".

Surat kabar itu menambahkan bahwa Mourinho pernah menangani situasi serupa selama masa jabatan pertamanya di Real Madrid, ketika ia menyetujui kepergian Raul dan Guti untuk meredakan ketegangan di dalam ruang ganti.

Perselisihan Mourinho dan Vinicius

Laporan tersebut juga menyinggung perselisihan yang muncul antara Mourinho dan Vinicius, seusai pertandingan melawan Benfica di babak play-off Liga Champions Eropa, setelah pemain asal Brasil itu menuduh Gianluca Prestianni melontarkan hinaan rasis kepadanya.

Mourinho mengatakan setelah pertandingan bahwa ia tidak bisa memastikan kebenaran salah satu dari kedua versi cerita tersebut, ia juga mengkritik cara Vinicius merayakan golnya, yang tidak diterima dengan baik di kubu pemain itu, dan setelahnya tidak terjadi upaya rekonsiliasi apa pun.

Berlanjutnya krisis perpanjangan kontrak ini menempatkan klub Los Blancos di hadapan dua pilihan: memenuhi tuntutan Vinicius dengan kontrak senilai sekitar 30 juta euro per tahun, di samping bonus loyalitas senilai 15 juta euro, atau mempertimbangkan menjualnya musim panas ini jika Arsenal mengajukan tawaran yang sesuai, untuk menghindari kehilangannya secara gratis setelah kontraknya berakhir.

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google