Maurizio Sarri: Yang Untung & Buntung Dari Kepindahannya Ke Juventus

Komentar()
Getty/Goal
Seiring resminya kepindahan Maurizio Sarri dari Chelsea ke Juventus, Goal mencoba melihat sisi pro dan kontra bagi semua pihak yang terlibat.

OLEH   MARK DOYLE   PENYUSUN  M. RHEZA PRADITA

Sabtu (15/6) lalu, sebuah film dokumenter yang dibuat berdasarkan kisah Maurizio Sarri menjalani pemutaran perdana di Bologna.

Itu seharusnya menjadi acara yang menggembirakan bagi semua orang yang terlibat, sebuah perayaan dari salah satu karakter paling eksentrik di sepakbola.

Namun, peluncuran film Francesco Inglese yang berjudul ‘Maurizio, II Sarrismo: A marvellous anomaly’ dibayangi oleh berita bahwa sang pelatih asli Naples tersebut akan segera bergabung ke Juventus.

“Kami sebagai ‘sarristi’ masih belum bisa memercayainya,” ujar aktor Massimiliano Gallo, yang bekerja sebagai narator dalam film tersebut, kepada La Gazzetta dello Sport.

“Jika itu benar-benar terjadi, kami bahkan tidak mengesampingkan kemungkinan untuk menarik film tersebut!”

Mengingat pengangkatan Sarri sebagai pelatih Juventus sekarang sudah resmi, penayangan perdana film itu mungkin sekaligus jadi yang terakhir.

Keputusan pria 60 tahun tersebut untuk mengambil alih jabatan pelatih Bianconeri, yang sudah sejak lama dia tolak ketika masih menangani Napoli, telah memecah belah pandangan masyarakat Italia.

Penggemar Napoli seperti Gallo melihatnya sebagai tindakan pengkhianatan, tidak hanya terhadap cinta mereka kepada Sarri, tetapi juga segala sesuatu yang sudah dia perjuangkan. Sementara, beberapa pendukung Juve sangat antusias dengan prospek klub mereka akhirnya bermain dengan indah.

Dengan mempertimbangkan hal tersebut, Goal melihat siapa saja pihak-pihak yang menjadi pemenang (untung) dan pecundang (buntung) dari salah satu transfer paling menarik musim panas ini.


BUNTUNG: Jorginho


Maurizio Sarri Jorginho Chelsea Europa League 2019

Orang yang bisa dibilang menjadi pecundang terbesar dalam semua ini adalah Jorginho, pemain yang paling ideal untuk menggambarkan ‘Sarrismo’.

Ingat, metronom lini tengah itu telah sepakat untuk bergabung dengan Manchester City musim panas lalu, sampai presiden Aurelio De Laurentiis mengintervensi. Dia bersikeras agar sang pemain pindah ke Chelsea sehingga bisa mendapatkan bayaran €8 juta dari The Blues.

Sekarang, Jorginho ditinggalkan sendirian di London.

Jorginho begitu sering dijadikan kambing hitam oleh penggemar Chelsea, ketika rekan-rekan setimnya kesulitan bermain dengan sistem permainan Sarri. Pemain 27 tahun itu kini menghadapi kegelisahan untuk melihat apakah manajer baru klub nantinya tetap mengapresiasi gaya mainnya.

Pelatih yang masuk bisa saja memutuskan untuk mengembalikan N’Golo Kante ke posisi aslinya, di depan garis pertahanan, dan membuat Jorginho segera berkemas dari Stamford Bridge. Arsitek Manchester City Pep Guardiola tentu akan memantau situasi ini dengan saksama.


UNTUNG: Cristiano Ronaldo


Cristiano Ronaldo Juventus

Seperti yang kita lihat selama final Euro 2016, Cristiano Ronaldo tidak memiliki masalah untuk mengambil alih peran sebagai pelatih. Sekarang, tampaknya dia siap mengampu posisi direktur olahraga, di mana pemain asal Portugal itu akan memainkan peran besar dalam strategi perekrutan pemain Juventus musim panas ini.

Sang penyerang secara terang-terangan telah membujuk bek Belanda Matthijs de Ligt untuk pindah ke Allianz Stadium ketika keduanya bertemu di final UEFA Nations League. Dia juga diyakini telah berusaha mengajak mantan rekan setim di Real Madrid Marcelo untuk bergabung dengannya.

Setelah melihat La Vecchia Signora tersingkir di babak perempat-final Liga Champions musim lalu, Ronaldo jelas percaya bahwa mereka membutuhkan kualitas lebih. Namun, pemenang lima Ballon d’Or itu juga merasa bahwa mereka harus lebih pro-aktif, khususnya di Eropa.

Ronaldo memiliki hubungan yang sangat baik dengan Allegri, tetapi selama beberapa pertandingan musim lalu dia tampak frustasi dengan kurangnya kontrol yang diberikan Juve di dalam permainan. Oleh karena itu, dia akan menyambut kedatangan pelatih yang terobsesi dengan penguasaan bola seperti Sarri.

Ronaldo sebelumnya memperjuangkan penunjukan Jose Mourinho sebagai penerus Allegri, karena dia memprioritaskan kemenangan daripada sepakbola yang indah. Akan tetapi dia akan menikmati bermain untuk tim yang akan memberi lebih banyak peluang daripada musim lalu, di mana dia akan lebih banyak mendapat bola.


BUNTUNG: Fans Chelsea


Maurizio Sarri Chelsea 2018-19

Banyak penggemar Chelsea akan melihat diri mereka sebagai pemenang setelah semua ini. Lagi pula, mereka kembali ke Liga Champions, membuat malu rival sekota Arsenal di final Liga Europa, dan akhirnya bisa menyingkirkan Sarri.

Namun, mustahil untuk melihat para suporter tersebut tidak berada pada level yang sama dengan penghinaan mereka, dan beberapa pers Inggris, kepada Sarri. Pelatih asal Italia itu mampu melampaui semua ekspektasi di musim pertamanya di Stamford Bridge dengan finis ketiga di Liga Primer Inggris, mencapai final Piala Liga, dan memenangkan trofi Liga Europa.

Sarri mulai merasa kesulitan melakukan transisi di tim, meski sempat memiliki rentetan 18 pertandingan tidak terkalahkan di awal musim ini. Dia menerapkan filosofi sepakbola yang sangat berbeda dengan yang diusung pendahulunya Antonio Conte. Ketika Chelsea mulai kesulitan, para penggemar menyalahkan manajer mereka.

‘Persetan Sarriball!’ secara rutin terdengar berkumandang di stadion, ketika para penggemar frustasi dengan kekeraskepalaan manajer mereka, dan keengganan untuk memainkan para pemain akademi. Itu adalah perilaku yang memalukan, sebuah dakwaan yang didasarkan pada ketidaktahuan para penggemar dan kurangnya rasa memiliki.

Katakan apa yang Anda inginkan tentang para pendukung Manchester City, tetapi setidaknya mereka mendukung Guardiola selama musim pertamanya yang sulit di Liga Primer, sebagaimana yang diingatkan oleh sang pelatih kepada semua orang minggu lalu.

Penggemar Chelsea mungkin akan segera menyesal, karena gagal bersabar dengan proyek yang dikembangkan Sarri.


UNTUNG: Paulo Dybala


Paulo Dybala Massimiliano Allegri Juventus 2018-19

Jangan salah tentang hal ini: jika Allegri bertahan di Juventus, karier Paulo Dybala di Turin akan berakhir.

Tidak ada yang lebih terpukul dengan kedatangan Ronaldo dari Real Madrid musim panas lalu daripada penyerang Argentina tersebut. Mereka memang langsung cocok di luar lapangan, tetapi tidak ketika di dalam.

Allegri meminta Dybala untuk bermain lebih mundur, tetapi Dybala harus banyak berjuang untuk bisa menguasai posisi tersebut. Hasilnya, Dybala harus menjalani musim terburuk, tepat setelah menjalani musim terbaiknya di mana dia mencetak 26 gol di semua kompetisi.

Musim lalu Dybala hanya mencetak lima gol di Serie A, dan hanya 24 kali menjadi starter. Pada akhir musim, dia tampak akan segera pindah dari Juventus, tetapi kepergian Allegri telah mengubah segalanya.

Kini prospek pemain 25 tahun tersebut bahkan tampak lebih menjanjikan daripada musim 2017/18. Sarri merupakan pelatih yang mempertimbangkan untuk memainkan penyerang-penyerang bertubuh mungil, seperti Dries Mertens dan Lorenzo Insigne di Napoli. Dia kini memiliki kesempatan untuk kembali menjadikan dirinya pemain paling berharga di klub.


BUNTUNG: Pendukung Guardiola


Pep Guardiola Manchester City 2018-19

“Saya mendengar pembicaraan tentang Pep Guardiola [ke Juventus],” ujar Andrea Barzagli baru-baru ini, "dan menyenangkan rasanya mengimpikan ini."

Sayang, faktanya Juventus tidak pernah memiliki kesempatan untuk memboyong pelatih Spanyol itu dari Manchester City musim panas ini. Namun, beberapa jurnalis bersikeras bahwa Pep akan menuju Turin, dan itu membuat beberapa penggemar menjadi heboh, terutama di media sosial.

Sampai minggu ini masih ada yang percaya bahwa Guardiola sedang dalam perjalanan ke Juve, dan kehadirannya di Milan memicu histeria online. Bahayanya sekarang, tentu saja, adalah bahwa penunjukan Sarri akan terasa seperti antiklimaks bagi beberapa pendukung. Atau bahkan lebih buruk lagi, hanya sebagai persinggahan.

Ada apresiasi yang luas untuk pekerjaan yang dilakukan Sarri di Napoli. Dia dipandang sebagai rival yang hebat, tetapi itu tidak berarti bahwa semua orang memandangnya layak untuk menjadi pelatih Juventus.

“Sarri tidak berkelas, terlepas dari apakah dia berpakaian dalam setelan jas atau baju olahraga,” ujar mantan presiden Bianconeri Giovanni Cobolli Gigli kepada Radio Kiss Kiss pekan lalu.

“Saya  tidak akan melupakan jari tengah yang dia tunjukkan pada para penggemar Juve ketika dia berada di bus tim. Dia bisa menempelkan jari itu di tempat lain!”

Artikel dilanjutkan di bawah ini

Dalam konteks tersebut, Sarri bisa mengemban tugas yang lebih berat untuk merebut hati semua Juventini ketimbang yang dihadapinya di Chelsea.

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Goal Indonesia (@goalcomindonesia) on

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI
1. RESMI: Maurizio Sarri Pelatih Baru Juventus
2. Bayern Munich Mundur, Kans Liverpool Gaet Timo Werner Meninggi
3. Man United Siap Bayar £45 Juta Plus Pemain Demi Issa Diop
4. Mohamed Salah Tolak Tinggalkan Liverpool
5. Sepuluh Klub Terboros Sepanjang Sejarah Bursa Transfer
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

 

Footer Banner Serie A

 

Tutup