Pelatih Juventus Maurizio Sarri mengungkapkan adanya pertikaian antara dirinya dengan skuad Chelsea musim lalu.
Sarri memimpin The Blues meraih trofi Liga Europa kedua klub berkat kemenangan 4-1 atas Arsenal di Baku, serta mengamankan tempat ketiga di tabel akhir Liga Primer Inggris yang artinya tim tampi di Liga Champions.
Meski begitu, pencapaian di atas tak menghalangi kepergian Sarri ke Bianconeri. Diakui eks pelatih Napoli itu, ada disharmoni di dalam tubuh Chelsea ketika dia menangani tim itu.
Namun, seketika mengetahui Sarri akan angkat kaki dari Stamford Bridge, para pemain Chelsea menangis.
"Saya memiliki hubungan yang bertentangan di ruang ganti Chelsea, tapi ketika saya memberitahu mereka saya akan hengkang, sebagian besar mereka pada menangis," kenang Sarri.
"Saya bukan tipe orang yang menepuk punggung orang lain. Saya banyak berbicara tentang apa yang para pemain kerjakan dengan cara yang keliru dan jarang membicarakan apa hal baik yang mereka perbuat," sambungnya.
"Saya kira itu memiliki pengaruh yang besar, tapi kemudian mereka belajar untuk menghargai Anda apa adanya," kata eks pelatih Napoli itu lagi.
"Hubungan terpanjang adalah dengan para pemain yang saya mainkan sedikit, jadi saya menilai mereka menyadari sesuatu ketika mereka menyerap karakter Anda," pungkas Sarri.
Bersama Sarri, Juventus saat ini memimpin puncak klasemen sementara Serie A Italia dengan perolehan 63 poin, unggul satu angka dari Lazio selaku rival terdekat di posisi runner-up.
Pandemi virus corona memaksa Serie A, Liga Primer, beserta liga-liga dunia mengalami penangguhan. Belum jelas kapan kompetisi sepakbola akan kembali bergulir di tengah wabah yang tak kunjung mereda.




