Mauricio Pochettino Sergio Ramos PSG Real MadridGetty

Mauricio Pochettino Buka Pintu Paris Saint-Germain Untuk Bek Real Madrid Sergio Ramos

Mauricio Pochettino membantah klaim yang menyebutnya pernah menolak kesempatan melatih Real Madrid, sembari membuka pintu Paris Saint-Germain untuk kedatangan Sergio Ramos.

Pelatih anyar PSG itu sempat dikaitkan dengan Madrid setelah meninggalkan Tottenham Hotspur, dengan beberapa laporan mengklaim dia menolak tawaran langsung dari presiden Florentino Perez.

Pochettino menyebut tidak ada kebenaran di balik klaim tersebut, menambahkan bahwa mantan klubnya PSG menawarinya "proyek yang sempurna".

Ditanya oleh Marca apakah dia adalah 'pelatih yang menolak Perez', Pochettino menjawab: “Itu tidak pernah terjadi. Klub selalu berada di atas individu dan siapa pun yang bisa mengatakan hal seperti itu tidak pada tempatnya.

“Itu tidak benar [bahwa saya menolak Madrid], meskipun ada banyak pembicaraan saat itu. Kami sangat menghormati tim yang mungkin tertarik dengan staf kami.

“Yang terjadi tidak seperti itu dan tentu saja saya telah didekati oleh beberapa klub, tapi yang kami terima dengan segenap cinta adalah dari PSG. Dan ini adalah proyek yang ideal.”

PSG adalah salah satu dari banyak klub yang dikaitkan dengan kepindahan kapten Madrid yang akan habis kontrak pada akhir musim ini, Sergio Ramos.

Pochettino mengklaim Ramos akan merapat ke 'salah satu klub terbesar di dunia' jika dia pindah ke Paris, selagi mengakui bahwa ia memiliki tugas untuk membantu klub memenangkan gelar Liga Champions pertama mereka.

“Setelah satu bulan [di PSG] saya menemukan pemain dengan kepemimpinan yang hebat. Para [pemain] hebat dapat bermain dan hidup berdampingan dalam proyek dan budaya yang berbeda, tetapi saya sangat menghormatinya,” lanjut Pochettino.

“Strategi PSG tetap sama selama bertahun-tahun, sejak kami mendatangkan Ronaldinho: untuk melihat peluang pasar dan membawa mereka yang dapat meningkatkan apa yang kami miliki.

“Kami akan lihat dalam beberapa bulan ke depan. Di sini, Ramos akan menemukan klub hebat dengan obsesi untuk selalu menang. PSG adalah salah satu [klub] terbesar di dunia.

“Tidak ada lagi yang penting di sini kecuali menang. Memenangkan Liga Champions telah menjadi impian klub selama 50 tahun; kami tidak pernah memenangkannya. Bahkan ketika saya masih menjadi pemain, itu adalah obsesi.

“Itulah tujuannya; kami tidak bisa hanya berpikir untuk tampil baik di Liga Champions, kami berbicara tentang memenangkannya. Karena kami [tim pelatih] kalah di final sewaktu di Tottenham, impian kami adalah memiliki kesempatan untuk bermain di final sekali lagi.”

Iklan
0