Rupanya, Manchester United tak pernah benar-benar melakukan pendekatan pada Matthijs de Ligt, sebagaimana getolnya pemberitaan soal masa depan dia di Ajax sebelum gabung ke Juventus.
De Ligt buka-bukaan bagaimana situasi dia ketika masih memperkuat raksasa Eredivise Belanda tersebut. Menerima berbagai tawaran dari klub besar, tapi tak pernah ada dari kubu The Red Devils.
Seperti diketahui, nama Setan Merah memang masuk dalam persaingan untuk menggaet bek potensial timnas Belanda tersebut.
Pada akhirnya, pemain belakang berusia 21 tahun itu meninggalkan Ajax 2019 silam untuk mengenakan seragam Bianconeri.
"Saya tidak pernah mendengarkan apa pun [dari pihak Man United]," beber de Ligt.
"Situasinya seperti Anda berada di sekolah, bersama pelajaran matematika. Itu adalah proses yang sangat panjang," sambungnya.
De Ligt mengakui, ada pergulatan batin dalam dirinya ketika harus hijrah dari Ajax ke kancah Serie A Italia. Juventus bukanlah pilihan mudah bagi sang defender.
"Anda harus mempertimbangkan antara pro dan kontra. Lalu, pada akhirnya saya memilih Juventus," tandas bek yang telah mengoleksi 23 caps di timnas Belanda itu.
Selain Man United, De Ligt juga beberapa kali diasosiasikan dengan PSG dan Barcelona. Untuk tim terakhir, De Ligt sempat diyakini akan mengikuti langkah Frenkie de Jong, sabahatnya di Belanda. Namun takdir membawa sang bek ke Turin.
Periode 2020/21 merupakan musim kedua De Ligt memperkuat Juventus. Total, dia membukukan 60 penampilan di seluruh kompetisi, mengemas empat gol.




