Defender berbakat Matthijs de Ligt menyatakan, musim perdana dia bersama Juventus merupakan masa-masa untuk pembelajaran.
Mantan kapten Ajax tersebut terus menunjukkan perkembangannya dengan balutan seragam Bianconeri sepanjang musim 2019/20.
"Semakin banyak yang memandang Anda, maka orang-orang akan berharap besar. Semua akan dibandingkan dengan karier saya waktu di Ajax," tuturnya kepada Ziggo Sport.
"Saya kira, saya telah bekerja dengan baik di setiap laga sejak awal November dan saya bahagia jika klub percaya pada saya. Saya berada di bangku cadangan untuk beberapa saat dan membicarakannya dengan sang pelatih," lanjutnya.
"Lalu, saya memiliki masalah dengan bahu saya, kemudian pangkal paha, jadi saya tidak bisa berlatih," urainya.
"Sang pelatih memberitahu saya dengan sangat jelas: 'Tenang, kami butuh Anda lebih jauh di musim ini, juga diri Anda dalam bentuk terbaik, jadi tidak perlu buru-buru'," kata De Ligt.
Faktor bahasa, menurut De Ligt, juga membantunya untuk tumbuh di Turin. Pemain-pemain seperti Giorgio Chiellini dan Aaron Ramsey cukup banyak membantu dirinya.
"Saya juga belajar bahasa [Italia], sebab pada awalnya hanya saya dan Aaron Ramsey yang tidak bicara dengan bahasa Italia. Kami berdua bicara bahasa Inggris, jadi banyak melalui waktu bersama. Chiellini juga berbahasa Inggris dan dia sangat membantu saya," sambungnya.
"Sulit awalnya, ketika kami duduk bersama dan semuanya berbahasa Italia, tapi saya mengambil pelajaran bersama pacar saya," imbuh de Ligt.


