Bos Juventus, Massimiliano Allegri menyatakan abhwa sanksi tanpa penonton tak akan menjadi solusi utama untuk menghilangkan rasisme dalam sepakbola Italia.
Inter Milan menerima hukuman menggelar dua laga tanpa suporter menyusul insiden rasisme yang dialami bek Napoli, Kalidou Koulibaly saat Nerazzurri menang 1-0 dalam laga Serie A Italia tengah pekan ini.
Menurut Allegri, lebih penting adanya perubahan dalam pola berpikir dari semua kalangan soal upaya menghilangkan isu rasisme yang sering terjadi.
"Semua bukan keputusan saya, jika mereka membuat keputusan ini maka itu akan menjadi salah satu yang benar," ujar Allegri. "Itu menjadi solusi sementara, tapi kami harus menghentikan masalah ini lebih jauh."
"Isu ini tak bisa dituntaskan dengan menutup stadion selama dua bulan - setelah dua bulan, lalu apa? Langkah pencegahan harus diambil.""Saya suka sepakbola Italia, itu indah sekaligus sulit. Saya pikir kami memang harus melakukan sesuatu,namun bukan sesuatu yang istimewa, melainkan sederhana."
"Saya pikir ada ukuran pencegahan yang bisa diambil untuk segalanya dan untuk kesekian kalinya kami memiliki kesempatan untuk mengarahkan sesuatu," lanjutnya.
"Untuk itu, bagaimanapun, tak bisa hanya sekadar wacana tapi melakukannya. Itulah caranya, tapi saya pelatih, ada yang lebih berwenang untuk memutuskannya dan semoga ini adalah waktu yang tepat untuk menerapkan ukuran pencegahan."
"Sederhananya, kita tak boleh berhenti. Itu bukan urusan kami, atau bahkan pelatih, untuk mengehntikan pertandingan tapi publik atau lembaga-lembaga berwenang."
"Sudah dikatakan, saya benar-benar tak akan menoleransi rasisme atau segala bentuk penghinaan terhadap korban jiwa atau tragedi yang telah terjadi."
"Sayangnya, ada sesuatu yang kurang di Italia, kami kehilangan sedikit pendidikan dan rasa hormat. Bukan hanya sepakbola, namun untuk benar-benar memiliki awal yang baru, kami perlu mengesankan hal-hal ini pada orang-orang ketika mereka masih kecil."



