Baru-baru ini mencuat klaim yang menyatakan Mason Mount geram dengan kedatangan Kai Havertz di tubuh Chelsea.
Sang youngster disebut merasa terganggu dengan keberadaan pemain muda Jerman itu setelah Chelsea memecahkan rekor transfer klub untuk mendatangkan dirinya di musim panas ini.
Bukan tanpa alasan bila Mount memang 'baper', pasalnya kesempatan dia untuk unjuk gigi di kesebalasan The Blues menjadi tipis karena klub diiyakini akan lebih mengedepankan eks superstar Bayer Leverkusen itu.
Meski begitu, manajer Frank Lampard kemudian memberi klarifikasi mengenai klaim di atas. Menurutnya, rumor yang mengatakan Mount marah karena Chelsea membeli Havertz adalah mengada-ada.
"Saya membaca berita tentang Mason Mount dan saya tahu ini sungguh dibuat-buat oleh seseorang, terutama jika itu datang dari pihak Jerman," tutur Lampard kepada Goal.
"Saya tidak yakin apakah dia memiliki kerabat di luar sana atau teman yang dia bisa ajak berbicara, tapi ini sudut pandang yang aneh yang berkaitan dengan Mason," sambung Lampard.
"Apa yang saya tahu adalah para pemain muda yang telah masuk ke dalam tim ini dan cara bermain di klub seperti Chelesa, ketika Anda pemain muda yang tampil prima dan klub membawa seorang pemain yang Anda harap meningkatkan level, maka semoga para pemain [lain] akan [juga] meningkatkan level mereka dan semua orang berkembang," jelas Lampard.
Lampard memastikan, dirinya akan adil terhadap porsi bermain setiap pemain Chelsea di periode 2020/21 mendatang.
"Saya akan adil terkait bagaimana saya memilih tim. Saya tidak akan memilih tim apakah kalian berasal dari akademi, saya akan memilih tim berdasar apa yang saya pikirkan setiap pekan, bagaimana mereka berlatih dan bagaimana mereka tampil," urai Lampard.
"Semua pemain harus positif menuju musim ini, berlatih sebagus mungkin yang mereka bisa dan mencermati kesatuan skuad dan bagaimana kami melaju sebagai tim," tandasnya.


