LIPUTAN MUHAMMAD SRAHLIN R DARI MAKASSAR
Pelatih Persib BandungMario Gomez menilai kepemimpinan wasit yang buruk turut berperan terhadap kekalahan 1-0 dari PSM Makassar di Stadion Andi Mattalatta, Rabu (24/10) sore WIB.
Gomez bersama sejumlah pemain Persib mengerubungi wasit Tabrani sesaat setelah pertandingan usai. Bahkan Tabrani terpaksa mendapat pengawalan dari sejumlah petugas keamanan dari lapangan menuju ruang wasit.
“Saya sudah tahu bakal menghadapi pertandingan yang sulit karena memang lawan kuat. Pertandingan berjalan seimbang, dan draw saya kira menjadi hasil yang pantas. Kami punya peluang, PSM juga punya peluang, dan bisa menghasilkan satu gol,” cetus Gomez.
“Kalau gol tidak ada masalah. Tapi yang berbeda adalah ada pelanggaran keras PSM tidak dapat kartu, sedangkan kami dapat. Di sini yang jadi pembeda adalah wasit. Keputusan wasit sangat buruk bagi kami. Saya tidak habis pikir dengan kartu merah pemain saya.”
Gomez menambahkan, hasil itu membuat PSM di atas angin untuk menjuarai Liga 1. Kendati demikian, Persib tidak akan membiarkan PSM melenggang dengan mudah. Gomez kini fokus menghadapi pertandingan selanjutnya melawan Bali United, dan menyusun komposisi ideal di lini depan. Apalagi bek Bojan Malisic juga bisa diturunkan.
“Jika melihat poin, dan permainan mereka, PSM salah satu kandidat juara. Ada tujuh pertandingan, dan total 21 poin, semua masih ada peluang untuk juara,” kata pelatih berusia 61 tahun itu.
“Mungkin di pertandingan selanjutnya kami bisa kembali turunkan Patrich [Wanggai]. Bojan juga kembali main. Kami masih membutuhkan satu stirker lagi, tapi saya belum tahu.”
Sementara bek Ardi Idrus menyampaikan permintaan maaf atas kegagalan mengamankan poin di kandang PSM. Ardi mengatakan, Persib akan berusaha bangkit dari situasi sulit ini.
“Kami minta maaf kepada seluruh bobotoh yang selalu mendukung kami, dan semoga saja kami bisa meraih hasil yang baik pada laga selanjutnya. Di pertandingan berikutnya, kami harus bangkit,” tegas Ardi. (gk-69)
Goal Indonesia

