Marcello Lippi menilai kans lolos Juventus ke babak perempat-final Liga Champions belum sirna sepenuhnya. Adapun eks pelatih Italia itu mengatakan, fans Bianconeri tak bisa mengharapkan final Liga Champions di setiap musim.
Si Nyonya Tua ditahan imbang 2-2 oleh Tottenham Hotspur pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Turin. Itu berarti Juve harus menang atau imbang dengan jumlah gol yang lebih banyak untuk bisa lolos.
Usai laga tersebut, Allegri mengatakan para fans tak seharusnya depresi karena tak bisa setiap musim Juventus mendominasi Eropa.
"Saya sepenuhnya sepakat dengan dirinya [Allegr]," kata Lippi, pelatih terakhir yang memenangkan Liga Champions bersama Juventus. "Max benar dan ia bertindak tepat untuk menolak negativitas dari luar."
"Tottenham adalah tim bagus dan skor 2-2 itu tercipta dari comeback. Jika yang terjadi adalah sebaliknya dan mereka membalas dua gol klub Inggris tersebut, kita akan bicara hal yang berbeda di leg kedua."
"Masih belum usai, masih ada satu pertandingan lagi. Mereka tak boleh buat kesalahan di Wembley. Dan bukan berarti mereka harus menang."
"Mereka juga bisa meraih hasil imbang 2-2, lalu mencetak gol di babak ekstra. Ada kesamaan dengan perempat-final di 2003. Kami imbang 1-1 lawan Barcelona di Turin, lalu kami berangkat ke Camp Nou untuk melakoni kualifikasi."
"Kami unggul duluan lewat Pavel Nedved, Xavi menyamakan kedudukan dan kami bermain dengan sepuluh orang ketika Edgar Davids diusir.
"Itu adalah pertandingan yan gtak terbatas, lalu di babak tambahan, Alessandro Birindelli melepas umpan silang dan Marcelo Zalayeta mencetak gol."
"Di Liga Champions itu, kami menghancurkan Spanyol. Sebelum Barcelona, kami mengalahkan Deportivo La Coruna, lalu di semi-final kami menyingkirkan Real Madrid," pungkasnya.





