Marcel Keizer bercerita terus terang tentang masa awalnya di Ajax dalam podcast Met Open Vizier milik Alex Pastoor. Peristiwa tragis yang menimpa Abdelhak Nouri menjadi fokus pembicaraan.
Musibah itu terjadi pada 8 Juli 2017. Hari itu, Abdelhak 'Appie' Nouri mengalami henti jantung saat Ajax menjalani laga uji coba melawan Werder Bremen di Austria. Saat itu ia berusia 20 tahun.
Keizer baru saja memulai tugasnya sebagai pelatih Ajax kala itu.
"Hari itu kami kembali ke Amsterdam. Rasanya sangat berat meninggalkannya di Austria. Sepanjang pekan kami terus berharap, karena kami tahu dia berada di tangan yang tepat," kata Keizer. "Pada hari-hari setelah kejadian itu, kami sebagai satu skuad hidup di antara harapan dan kecemasan."
Pada akhirnya, skuad menerima kabar tragis bahwa Nouri tidak akan kembali seperti semula. "Ketika kami menyampaikan kabar itu... Suasananya sangat emosional. Ada yang terdiam sepenuhnya. Ada juga yang mulai berteriak."
Meski demikian, Ajax harus terus bermain sepakbola. Pekan berikutnya, mereka dijadwalkan menjalani babak kualifikasi Liga Europa. "Namun, beberapa pemain sama sekali tidak mau. Mereka bertanya, 'Mengapa kita masih berlatih?' Frenkie de Jong sama sekali tidak mau berlatih lagi. Dia tidak bisa bermain sepakbola tanpa Appie. Jadwal... Rasanya aneh karena jadwal terus berjalan, tetapi itu juga masuk akal."
Menjelang akhir pembicaraan, Khalid Boulahrouz, yang juga hadir untuk berbicara tentang duka dalam dunia sepakbola, meminta Keizer menceritakan kenangan indah tentang Nouri.
"Dia hampir seperti penguasa De Toekomst. Semua orang tahu siapa dia. Dia bisa mengatur semuanya. Begitu pula cara dia memperlakukan anak-anak di lingkungannya. Dia pemuda yang murah hati," tutup Keizer.



