Marc Wilmots Belgien 01072016Getty

Marc Wilmots Sesalkan Krisis Pemain Belakang

Marc Wilmots mengedepankan krisis pemain belakang sebagai salah satu faktor utama kekalahan Belgia di kaki Wales pada perempat-final Euro 2016.

Setan Merah dipastikan harus pulang dari Prancis usai menyerah 3-1 di Lille meski sempat memimpin dini melalui Radja Nainggolan. Gol-gol Ashley Williams, Hal Robson-Kanu, serta Sam Vokes memastikan skor akhir berpihak untuk Wales.

Wilmots mengklaim taktik yang dipersiapkannya sudah baik, namun hijaunya para pemain belakang terekspos lawan. Sang pelatih kehilangan Thomas Vermaelen karena skorsing dan Jan Vertonghen akibat cedera, dan menurunkan duo youngster Jason Denayer dan Jordan Lukaku sebagai pengganti.

"Kami punya strategi bagus, kami mendominasi, kami memiliki 25 menit awal yang cemerlang, tapi entah dari mana kami mundur 15 meter ke belakang. Saya melambaikan tangan, berteriak," ungkap Wilmots usai laga.

"Saya bukan pesulap. Anda tak bisa begitu saja menggantikan pengalaman dan pertahanan saya memiliki rerata usia 23 tahun. Saya tak bisa menyalahkan para pemain, tapi mereka harus menjadi mesin yang terlumasi dengan baik. Kami harus mengganti 50 persen lini belakang kami, saya bisa memahami kami kebobolan dari bola-bola mati."

"Mungkin itu karena rasa takut, karena mereka muda. Saya tak tahu. Tapi saya yang memimpin tim dan itulah yang terbaik saya menurut saya kami miliki."

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google