imago-sport-1074255639.jpgSTEINSIEK.CH

Diterjemahkan oleh

Manuver di Balik Layar: Apa yang Terjadi antara Al Hilal dan Bono?

Hari-hari kiper asal Maroko, Yassine Bounou, di skuad Al Hilal Saudi tampaknya tinggal menghitung hari, setelah sejumlah laporan Maroko mengungkap bahwa kedua belah pihak telah memasuki negosiasi serius yang bertujuan mengakhiri kontrak di antara mereka secara damai. Ini menjadi perkembangan yang memperkuat berbagai spekulasi seputar masa depan sang kiper dalam beberapa pekan terakhir.

Al Hilal bergerak menuju pemutusan hubungan dengan kiper asal Maroko tersebut, setelah perjalanan yang berlangsung selama tiga musim bersama tim. Meski kontrak Bounou dengan Al Hilal berlaku hingga Juni 2028, data yang diungkap situs Maroko "Le Site Info Sport" menunjukkan bahwa klub dan sang kiper telah memasuki negosiasi tingkat lanjut untuk mencapai kesepakatan damai yang mengakhiri keterikatan antara kedua belah pihak.

Sejak awal periode bursa transfer musim panas kali ini, ketidakpastian menyelimuti masa depan Bounou bersama Al Hilal, terutama setelah langkah-langkah yang diambil klub di posisi penjaga gawang. Al Hilal sebelumnya telah merekrut kiper Saudi Mohammed Al-Owais, sebuah langkah yang oleh banyak pihak dianggap sebagai indikasi jelas adanya perubahan yang akan terjadi di posisi tersebut.

Hal itu bertepatan dengan bocoran yang menyebutkan bahwa manajemen Al Hilal tidak berniat mendaftarkan Bounou dalam daftar pemain lokal pada musim baru, dengan tujuan menyediakan tempat bagi seorang pemain asing tambahan, sehingga keberadaan kiper Maroko itu hanya terbatas pada keikutsertaan dalam kompetisi AFC Champions League Elite.

Negosiasi dengan kiper baru dan 5 tawaran

Indikasi tidak berhenti sampai di situ, karena beredar kabar bahwa Al Hilal telah memasuki negosiasi dengan kiper Neom asal Polandia, Marcin Bulka, yang berusia 26 tahun dan merupakan lulusan akademi Chelsea. Hal ini semakin memperkuat spekulasi tentang dekatnya akhir perjalanan Bounou bersama tim.

Situs "Le Site Info Sport" menegaskan bahwa kelanjutan kiper Maroko tersebut bersama Al Hilal menjadi nyaris mustahil dalam kondisi seperti ini, seraya menyebutkan bahwa negosiasi yang tengah berlangsung antara kedua belah pihak bertujuan mencapai kesepakatan damai yang mengakhiri hubungan di antara mereka.

Yassine Bounou berusia 35 tahun dan mendapat perhatian luas di bursa transfer, karena ia memiliki sejumlah tawaran, yang paling menonjol berasal dari lima klub yang berlaga di liga Prancis, Spanyol, dan Inggris, di samping dua tawaran dari liga Amerika.

Kompetisi Liga Profesional Saudi dijadwalkan bergulir pada 13 Agustus, sementara bursa transfer musim panas berlangsung hingga 6 September, hal yang memberi semua pihak cukup waktu untuk menuntaskan masa depan kiper asal Maroko tersebut.

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google