Roberto Mancini menilai, Italia bukan favorit juara Euro 2020. Dia menunjuk Prancis, Portugal dan Belgia sebagai kandidat kuat berjaya di akhir turnamen mayor empat tahunan ini.
Komentar Mancini datang setelah dia membawa timnya melenggang ke babak gugur usai melibas Swiss 3-0, Kamis (17/6) dinihari WIB.
Permainan yang ditunjukkan Italia belakangan ini menumbuhkan optimisme besar di kalangan suporter bahwa mereka bisa berbicara banyak di musim panas sekarang. Meski begitu, Mancini memilih bersikap merendah.
Selepas laga, dalam konferensi pers, Mancini bilang: "Di Kejuaraan Eropa, ada Prancis, Portugal dan Belgia. Salah satu dari mereka adalah juara dunia, yang lainnya adalah juara Eropa yang lain lagi adalah peringkat pertama di ranking dunia."
"Mereka adalah tim-tim yang telah membangun selama bertahun-tahun dan wajar jika mereka jauh lebih dari kami, tapi segalanya bisa terjadi dalam sepakbola. Anda tidak boleh menerima begitu saja," jelasnya.
"Setiap pertandingan sulit. Anda harus selalu bermain baik. Saya beruntung karena punya beberapa pemain bagus, yang memainkan pertandingan, menikmati ketika berada di sana dan senang menghadapi berbagai risiko," ulasnya.
"Para pemain adalah mereka yang pantas mendapatkan kredit. Saya coba mengungkapkan proses pemikiran saya dan masih ada perjalanan panjang," tandas Mancini.
Performa Italia menghadapi Swiss terbilang sama dominannya ketika mereka menghancurkan Turki di laga pembuka Euro 2020.
Manuel Locatelli, yang mencetak brace, dan Ciro Immobile, yang menambah jadi tiga, membawa Italia mengamankan kemenangan kedua di turnamen ini.
Hasil positif itu membuat Italia menuai rekor 29 laga di seluruh kompetisi tanpa terkalahkan, dengan kekalahan terakhir datang ketika mereka dijungkalkan Portugal pada 2018.
Mancini memang mengakui 'setiap laga akan sulit', tapi dia dan Italia akan jadi tim pertama sejak Jerman pada 2012 yang membuat rekor tiga kemenangan di babak grup.
Italia akan meladeni Wales di laga pamungkas Grup A, Minggu 20 Juni mendatang.
