Patrice Evra mengklaim, dirinya telah dilaporkan ke UEFA oleh Paris Saint-Germain terkait selebrasinya kala Manchester United berhasil menyingkirkan jawara Prancis itu.
The Red Devils secara mengejutkan membalikkan defisit 2-0 untuk melenggang ke babak perempat-final Liga Champions berkat kemenangan 3-1 yang diprakarsai oleh sepasang gol Romelu Lukaku dan penalti Marcus Rashford di pengujung laga.
Saking gembiranya melihat bekas timnya lolos, sepertinya halnya para suporter United, Evra melakukan selebrasi 'gila'. Kebetulan, pria 37 tahun itu hadir di Paris dan merekam selebrasi liarnya bersama Paul Pogba, yang absen lantaran menjalani skorsing laga, selepas pertandingan.
Tampak mantan bak United itu berteriak kegirangan melalui iPhone dia, yang kemudian dipublikasikannya ke media sosial.
Tindakan yang dilakukan Evra menyinggung seluruh yang berada di PSG, dengan raksasa Ligue 1 itu kemudian menyampaikan komplain mereka ke UEFA terakit selebrasi Evra yang dianggap berlebihan.
Komplain yang diajukan PSG ini direspons Evra, kembali lewat media sosial ditemani lagu 'I Regret Nothing' milik Edith Piaf.
"Terima kasih Edith, saya sekarang mengecilkan volume karena ini adalah momen hebat dalam sejarah sepakbola," tutur Evra, bercanda, via Intagram-nya.
"PSG menyampaikan komplain terkait saya ke UEFA atas selebrasi yang saya lakukan kala PSG melawan Manchester. Orang-orang bertanya pada saya: 'Patrice, apa yang akan mengancam Anda? Saya tidak tahu, kawan... mungkin mereka akan mengubah kode di iPhone saya jadi saya tidak bisa menggunakannya lagi?" imbuh Evra, sembari tertawa ringan.
Kelolosan United sendiri ke perempat-final UCL merupakan yang pertama kalinya sejak musim 2013/14, di mana pada periode itu akhirnya tim yang dipoles David Moyes tersebut tersingkir di fase itu oleh Bayern Munich.
Ada pun Evra, merupakan legenda United, di mana dia memperkuat klub tersebut selama sembilan musim dan bermain sebanyak 379 laga, membantu memenangkan lima titel Liga Primer Inggris dan sebiji torehan Liga Champions.
Getty



