Chris Smalling mengaku punya motivasi ekstra ketika menjejakkan kakinya di Old Trafford sekali lagi, kali ini dengan membantu AS Roma menghadapi Manchester United selaku klub lamanya. Meski begitu, ada satu penyesalan yang mengganjal dalam dirinya karena pandemi Covid-19 membuat partai nanti takkan dihadiri suporter.
“Saya pikir itu merupakan satu kekecewaan, untuk tidak memiliki stadion yang dihadiri suporter dan semua teman serta keluarga saya karena pertandingan ini sejatinya mempertemukan dua klub yang menjadi bagian besar dalam karier saya,” kata Smalling.
“Itu sungguh disayangkan, namun ini tidak menghilangkan sisi emosional karena saya kenal semua pemain di lapangan dan ini juga pertandingan besar. [Laga] ini punya bumbu agar Anda mengerahkan performa terbaik.”
Smalling pernah memperkuat United selama satu dekade dan merupakan salah satu andalan Roma untuk leg pertama semi-final nanti, bersama mantan pemain Setan Merah lainnya yakni Henrikh Mkhitaryan.
Dalam keterangannya di sesi konferensi pers, Smalling yang kerap bermasalah dengan cedera menegaskan kesiapannya untuk turun dan membantu Roma mewujudkan hasil positif.
“Bukan rahasia lagi bahwa saya melewatkan banyak pertandingan musim ini, yang mana sangat tidak biasa untuk saya namun saya sekarang merasa fit dan siap berkontribusi. Saya merasa bagus,” lanjut bek yang mengukir 323 penampilan dan 18 gol bersama Setan Merah tersebut.
“Saya memiliki sejumlah sesi latihan yang bagus jelang pertandingan ini dan saya siap untuk bermain selama 90 menit jika manajer memutuskan demikian. Saya tak sabar untuk bermain di lapangan.
“Di luar sana jelas ada banyak hal yang dibicarakan jelang laga ini dan ada antusiasme di tahapan kompetisi seperti ini, semi-final. Saya sendiri ingin segera mengenakan sepatu dan membantu tim.”
Ini akan menjadi pertemuan ketujuh antara United dan Roma di kompetisi Eropa, dengan Setan Merah hanya kalah sekali dari enam perjumpaan sebelumnya (M4 I1) - yang semuanya terjadi di Liga Champions.
United belum pernah kalah di kandang sendiri di semi-final Eropa sejak April 1997 (0-1 vs Borussia Dortmund di Liga Champions), dengan mereka menang empat kali dan imbang tiga kali dari tujuh pertandingan terakhirnya.




