Bekas kapten Manchester United, Gary Neville, memaparkan alasan mengapa Mikel Arteta bisa memutuskan pergi dari Arsenal meski membuat progres yang bagus di Emirates.
Sempat terseok, Arsenal kini difavoritkan menjadi tim empat besar terakhir di Liga Primer Inggris, unggul tiga dan empat poin dari Tottenham Hotspur dan Man United dengan satu laga di tangan.
Namun Neville merasa batas kekuatan Arsenal hanya sebagai tim peringkat keempat saja, dan berkata Arteta bisa memutuskan untuk pergi karena The Gunners tak akan mampu bersaing dengan tim-tim seperti Manchester City, Liverpool, dan Chelsea.
"Saya benar-benar menyukai Mikel Arteta, menurut saya dia pelatih brilian, timnya fantastis soal pemain muda," ucap Neville di The Overlap.
"Tetapi jadi menarik ketika Anda sedang di tengah-tengah siklus sebuah klub dan memendam ambisi Anda, pernah merasakan periode signifikan penuh kegagalan, sehingga finis keempat saja senang bukan kepalang. Saya juga merasa begitu soal Manchester United, ini disebabkan ambisi yang dipendam."
"Menurut saya Mikel Arteta adalah operator yang bagus. Saya cemas jika Arsenal finis keempat musim ini – yang jujur saja masih 50:50, balapannya masih belum selesai – ya level mereka memang cuma segitu saja."
"Ada Pep [Guardiola], [Jurgen] Klopp, Manchester United, Chelsea, memang Arsenal mau ke mana? Mana bisa mereka bersaing."
Eks-kapten The Red Devils itu menambahkan: "Mikel Arteta itu pelatih brilian, saya senang sekali kita menyaksikan ia memaksimalkan [Arsenal], saya bisa melihat dengan nyata dia ingin bermain seperti apa, kita semua bisa."
"Tetapi begitu ia finis keempat... dia mungkin membatin 'benar, ini sudah yang terbaik yang bisa saya lakukan di sini, sekarang saya akan pergi ke pekerjaan selanjutnya'."
Arsenal finis kedelapan di musim pertama Arteta sebagai manajer, tetapi ia baru tiba di paruh musim sebagai pengganti Unai Emery yang dipecat. Meski begitu, ia berhasil mempersembahkan Piala FA buat The Gunners.
Sejak musim lalu, Arteta sempat diisukan bisa dipecat gara-gara musim Arsenal yang lagi-lagi mengecewakan, dan bahkan mengawali musim 2021/22 dengan tiga kekalahan beruntun tanpa mencetak satu gol pun.
Tetapi kini anak asuhnya tampil garang, menang enam kali dari tujuh pertandingan terakhir.




