Paul Scholes menyebut bek kanan Manchester United, Aaron Wan-Bissaka, "tak berguna saat membawa bola" dan menjadi korban perubahan taktik Ole Gunnar Solskjaer karena kurang piawai bermain sebagai wing-back.
Scholes berbicara setelah United disikat Manchester City 2-0 di Old Trafford, Sabtu (6/11).
Wan-Bissaka kesulitan menghadapi Joao Cancelo dan Phil Foden di sisi kiri City, dan Scholes meyakini pemain 23 tahun itu tidak cocok bermain sebagai wing-back, di mana ia juga mesti produktif dari area sayap.
"Saya sudah bilang sebelumnya, 3-5-2 tidak cocok dengan pemain yang ada di dalam tim," ujar mantan gelandang Setan Merah itu kepada Premier League Productions.
"Wan-Bissaka tak berguna saat membawa bola - bek yang brilian, tetapi tak berguna saat membawa bola di bek kanan."
"Tiga bek tengah hari ini, tak ada satu pun dari mereka yang piawai membawa bola. Ole harus mencari cara... Ada beberapa pemain di dalam skuad yang bisa bermain oke."
Wan-Bissaka memang belum mengemas gol mau pun assist musim ini, sementara rekan-rekan satu posisinya seperti Reece James dari Chelsea dan Trent Alexaner-Arnold dari Liverpool masing-masing sudah mengemas delapan dan enam torehan.
Sementara itu Scholes juga mencemaskan United yang seolah hilang arah di musim penuh ketiga Solskjaer.
"Pendirian soal cara bermain sepakbola harus berasal dari sang pelatih," imbuh Scholes.
"Ole sudah tiga tahun di sini dan kita tiba di sini tanpa benar-benar tahu apa yang hendak ia lakukan."
"Rekrutmen jadi nyaris mustahil karena Anda tidak membeli pemain demi sebuah sistem."
Scholes menambahkan: "Tiga tahun, Anda sudah bisa lihat buktinya di lapangan. Hari ini dan dua pekan lalu, jalan masih panjang bagi kami."
"Saya percaya pemain kami bagus tetapi Ole harus meyakinkan semua orang bahwa ialah orang yang tepat untuk menemukan formasi yang tepat bagi tim ini."
"Stop mengutak-atiknya demi orang lain. Kini ia harus punya pendirian, apa pun itu saya tak peduli, pokoknya harus punya pendirian."
