Erling Haaland tidak akan bisa membuat Manchester City berkembang dan Pep Guardiola sejatinya tak pernah menginginkannya.
Itu menurut bekas gelandang City, Dietmar Hamann, yang merasa keunggulan Haaland sangat bertolak belakang dengan apa yang membuat tim asuhan Guardiola begitu dominan.
Striker 22 tahun tersebut, yang baru saja hijrah ke Etihad dengan harga £51 juta, tampil beringas dan telah mengemas 25 gol dalam 20 penampilan di Liga Primer Inggris. Total 31 gol dalam 28 penampilan lintas ajang.
Ia membukukan tujuh gol dari 11 laga pasca-Piala Dunia, yang artinya rataan golnya menurun drastis dibandingkan dengan sebelum jeda Piala Dunia.
Ditambah penampilan yang minim kontribusi kontra Tottenham akhir pekan kemarin dan di Manchester United bulan lalu, kecocokan Haaland dengan The Citizens dan Guardiola pun dipertanyakan.
"Kekuatan Haaland adalah kebalikan dari kekuatan Man City," kata Hamann kepada Freebets.
Getty"Man City sangat sukses karena mereka menguasai bola, punya ritme, punya kecairan, dan saling berbagi gol."
"Sekarang mereka kedatangan pemain yang jarang terlibat permainan, seolah main 10 pemain. Tak peduli berapa gol atau hat-trick yang ia cetak. Kalau tidak salah Man City mencetak lebih sedikit gol di tahapan yang sama dibandingkan musim lalu dan poin mereka juga lebih sedikit."
"Haaland bagus kalau Anda bermain cepat... Sementara City mengumpan 30-40 kali sebelum menusuk pertahanan lawan, dan itu bukan gaya bermain Haaland."
Getty"Saya tak menyangka dia akan ke Man City karena dia pemain yang sebenarnya tak pernah diinginkan Guardiola," lanjut Hamann.
"Semua striker diusirnya dari Barcelona, kadang Robert Lewandowski ia mainkan sebagai sayap kiri di Bayern Munich, Gabriel Jesus juga lebih sering bermain di sayap."
"Apakah ia akan menguntungkan untuk Chelsea atau Manchester United? Menurut saya iya. Apakah ia akan mencetak gol sama banyaknya untuk mereka? Entahlah, mungkin tidak, karena di City ia mendapatkan lebih banyak peluang."
