City-Dortmund-BayernCity-Dortmund-Bayern

Uniknya Manchester City - ‘Anak Bawang’ Yang Bisa Berstatus Bak Raja Eropa Bayern Munich

Ketika undian babak perempat-final Liga Champions dilakukan, Manchester City merupakan tim yang tidak ingin dihadapi oleh kontestan mana pun.

Seperti yang dilontarkan pelatih Marco Rose tak lama setelah Borussia Monchengladbach arahannya disingkirkan City di babak 16 besar, peningkatan performa mereka ditambah penurunan standar dari Bayern Munich membuat anak asuh Pep Guardiola jadi tim dengan performa terbaik di Eropa.

Rekor City

Kekalahan di Liga Primer Inggris melawan Manchester United pada awal Maret memang mengakhiri laju kemenangan beruntun mereka, dan hasil minor melawan Leeds United pada akhir pekan kemarin tetap membuat City merangkum 27 kemenangan dari 29 pertandingan terakhir di semua kompetisi, selagi catatan mereka saat bertandang masih sempurna.

Pep Guardiola Manchester City Leeds 2020-21Getty

Sejak bermain imbang di Old Trafford pada pertengahan Desember, City sukses menang di 15 laga tandang beruntun di semua kompetisi sebagaimana mereka melaju ke final Piala Liga dan semi-final Piala FA, juga semakin dekat dengan trofi Liga Primer Inggris selagi kini memiliki keunggulan di leg pertama babak delapan besar Liga Champions atas Borussia Dortmund.

Laju 15 kemenangan beruntun di kandang lawan merupakan rekor tersendiri untuk klub Inggris, dan catatan sembilan kemenangan berderet di markas lawan di ajang Liga Primer hanya kalah dari rekor mereka pada 2018 lalu, saat mengukir 12 kemenangan beruntun.

Sulit untuk melakukan pencatatan soal rekor kemenangan beruntun dari tim lain di Eropa: Opta hanya mencatat liga-liga tertentu. Juga yang perlu dicermati adalah laga ‘tandang’ sekarang seperti tidak memberi pengaruh mengingat para suporter tidak diizinkan hadir ke stadion bahkan beberapa dimainkan di tempat netral akibat pandemi Covid-19.

City sendiri memenangkan dua pertandingannya di Budapest, Hongaria melawan Gladbach namun hanya satu dari itu yang dihitung sebagai laga tandang dan tidak ada satu pun yang dimainkan di markas lawan.

Menariknya, terakhir kali Guardiola menikmati laju bagus semacam ini terjadi kala ia menangani Bayern pada 2013/14. Timnya waktu itu mengemas 17 kemenangan beruntun di semua kompetisi, sebelum akhirnya kalah dari Augsburg meski sudah menyegel gelar Bundesliga dan beberapa hari sebelum bentrok dengan Manchester United di leg kedua babak perempat-final Liga Champions, yang akhirnya mereka menangkan.

Tantangan Ke Depan

Target lain bagi City kali ini adalah mendekati capaian Bayern asuhan Hansi Flick. Klub asal Jerman itu menang 16 kali di babak kedua musim lalu dalam perjalanannya meraih Treble , termasuk saat membantai Barcelona tanpa ampun di perempat-final Liga Champions.

Jika City sanggup mengamankan kemenangan melawan Dortmund pada Kamis (15/4) dini hari WIB, itu akan menjadi semi-final pertama di era Guardiola. Saat ini mereka memiliki keunggulan 2-1 buah dari pertemuan pertama, dan kini mereka berkesempatan unjuk diri sebagai tim terbaik di Eropa.

Manchester City

City boleh menatap laga nanti dengan percaya diri karena mereka belum kebobolan di empat laga tandang terakhirnya di kompetisi elite Eropa. Tim terakhir yang mampu membukukan lima clean sheet beruntun di markas lawan di kompetisi ini adalah Manchester United, yang pada 2010/11 silam merangkum rekor enam laga tanpa bobol.

Adapun musim ini, City memiliki catatan bagus di Eropa dengan sebelumnya memuncaki klasemen Grup C lewat koleksi 16 poin dari enam pertandingan. Mereka kemudian mengalahkan Gladbach dua kali dengan skor identik 2-0, dan sekarang akan dihadapkan dengan laga penting lainnya melawan Dortmund di Signal Iduna Park.

Iklan
0