Kevin De Bruyne menjelaskan perubahan taktik krusial yang membantu Manchester City mencabik-cabik Arsenal.
The Citizens dengan mudahnya melumat The Gunners 4-1 di Etihad, Kamis (27/4) dini hari WIB, dalam partai akbar puncak klasemen yang berpotensi menentukan hasil akhir Liga Primer Inggris 2022/23.
Arsenal memasuki pertandingan dengan keunggulan lima poin di puncak, meski sudah bermain dua kali lebih banyak dibandingkan sang juara bertahan.
Getty ImagesKendati menghadapi lawan yang lebih unggul di klasemen, armada Pep Guardiola mampu mengendalikan laga sepenuhnya sejak menit pertama.
The Citizens pun menang muda 4-1, di mana jenderal lapangan tengah Kevin De Bruyne membukukan dua gol dan satu assist untuk meraih gelar Man of the Match.




City kini di ambang treble, setelah lolos ke semi-final Liga Champions dan final Piala FA, sementara gelar juara liga mulai lepas dari genggaman Arsenal...
GettyKemenangan City atas skuad asuhan Mikel Arteta dibantu oleh perubahan taktik yang dilakukan Pep Guardiola, menurut De Bruyne.
Bintang asal Belgia itu menjelaskan kepada BT Sport: "Ketika mereka bermain man-to-man, kami harus melepaskan umpan yang lebih panjang, karena tak ada ruang untuk melakukan umpan-umpan pendek."
"Di babak kedua lebih 50:50, mereka tim yang sangat berkelas dan sulit dilawan. Kami harus berada di puncak performa [untuk mengalahkan mereka], dan saya rasa kami berhasil mencapainya."
"Menurut saya strategi kami agak berbeda. Alih-alih menggunakan dua No. 8, saya diberi kebebasan untuk bergerak ke kiri dan ke kanan, dan itu menekan mereka di antara [Thomas] Partey dan [Granit] Xhaka dan berusaha menemukan ruang."
.jpg?auto=webp&format=pjpg&width=3840&quality=60)