Wilfried Zaha Crystal Palace 2020-21Getty

Dikejar Arsenal, Manajer Anyar Crystal Palace Patrick Vieira Pagari Wilfried Zaha

Patrick Vieira selaku manajer anyar Crystal Palace menegaskan keinginannya untuk mempertahankan Wilfried Zaha yang masuk dalam kejaran Arsenal.

Vieira mengatakan dia "berharap untuk bisa bekerja dengannya" setelah mengadakan "pembicaraan yang baik" dengan sang winger terkait masa depannya.

The Gunners dahulu sempat dikaitkan dengan eks Manchester United tersebut, yang juga berminat untuk pindah ke London utara.

Meski begitu, spekulasi tentang kepergiannya seolah menghilang akhir-akhir ini dan itu meningkatkan kepercayaan diri Vieira untuk bisa mengandalkannya di gelaran 2020/21.

Kata Vieira

“Saya mengetahui tentang Wilfried [Zaha dan situasinya] dalam beberapa tahun terakhir tetapi kami memiliki percakapan yang sangat baik dan saya menantikan untuk bekerja dengannya,” kata Vieira kepada Sky Sports.

“Dia salah satu pemain paling berbakat di liga ini dan kami tidak ingin kehilangan salah satu pemain terbaik kami.

"Semua pemain cukup pintar untuk melihat apa yang klub coba bangun dan ke mana klub ingin mengarah - kami telah merekrut beberapa pemain muda yang sangat menarik dan saya pikir itu menunjukkan arah yang ingin diambil klub."

Komentar Zaha Sebelumnya

Pada Juni kemarin, pemain sayap internasional Pantai Gading ini menjelaskan bahwa dia menunggu lampu hijau dari Vieira agar bisa pindah klub.

“Saya merasa dapat memiliki kesempatan lain di tim papan atas, karena impian saya adalah memenangkan banyak gelar,” kata Zaha kepada The Face.

"Saya cukup baik untuk pergi ke sana [tim besar] dan bersaing dengan yang terbaik.

"Jika kesempatan itu datang, saya tidak akan menolaknya, karena saya merasa pantas mendapatkannya. Itu agar saya dapat menunjukkan kepada anak-anak saya, 'Inilah yang ayah menangkan'."

Kondisi Crystal Palace

The Eagles berada dalam masa transisi setelah pengunduran diri Roy Hodgson, tetapi Vieira, legenda Arsenal yang dikagumi, percaya hal-hal menarik bisa diraih tim barunya.

Pada tahun terakhir Hodgson menjabat, Palace finis di urutan ke-14 di Liga Primer.

Dan tentunya kehilangan pemain kunci seperti Zaha akan teasa menyakitkan, terutama karena tenggat waktu semakin dekat, meski bulan ini masih menjadi peluang 'menjual' bakatnya di pasar.

Iklan
0