Mario Balotelli Manchester City Why Always MeGetty

Terungkap, Makna Kaos 'Why Always Me' Yang Dulu Dikenakan Mario Balotelli

Adik Mario Balotelli menilai kakaknya itu baru mengeluarkan sedikit dari potensinya. Jika dia bermain 100 persen, ceritanya akan berbeda.

Seperti diketahui, sang penyerang mengalami penurunan karier yang cukup signifikan. Sekarang, yang bersangkutan memperkuat Brescia setelah malang melintang di klub-klub besar Eropa.

Dalam kesempatan ini, sang adik juga membeberkan makna kaos 'Why always me' yang dulu dikenakan Balotelli di Manchester City dan sempat populer. 

Dengan beragam kontroversi yang pernah dibuat eks penyerang Inter Milan dan Liverpool itu, Enock sang adik pasang badan untuk sang kakak.

"Satu-satunya hal yang ingin saya bilang ke Mario, seandainya dia bermain 100 persen, dia tak terhentikan," tutur Enock.

"Namun dia hanya bermain 30 persen. Dia sangat sensitif, jadi jika ada sesuatu yang keliru, dia akan menundudk dan tidak tampil dengan sempurna. Tidak mudah bermain dengan tekanan yang besar di pundak Anda," sambungnya.

"Kami berdua bahagia ketika dia bergabung ke Brescia. Mario tidak berpikir dua kali, dia menerima langsung dan menolak proposal-proposal lainnya. Sayangnya, segala yang dia katakan dan dia lakukan digambarkan seolah-olah negatif. Itulah kenapa dia menulis 'Why always me' [kenapa selalu saya] di bajunya," beber sang adik.

Enock juga geram melihat kakaknya kerap kali menjadi korban tindak rasis dari para suporter. Memerangi rasisme, menurutnya, dibutuhkan kesadaran dari para pelakunya.

"Saya sangat marah ketika saya melihat Mario menjadi korban pelecehan rasis, saya ingin berada di samping dia di lapangan untuk mendukungnya," lanjutnya.

"Saya kira, hukuman yang lebih keras diperlukan untuk menghadapi fans-fans yang seperti ini, akan tetapi Anda tidak bisa memaksakan seseorang untuk mengubah pola pikirnya," pungkas Enock.

Serie A Italia, dan juga liga-liga dunia, tengah mengalami penangguhan akibat pandemi virus corona. Belum jelas kapan kompetisi sepakbola kompetitif bisa kembali bergulir.

Iklan
0