Manajer interim Manchester United Ralf Rangnick sepertinya lebih tertarik memasang duet bek sayap pelapis, Diogo Dalot dan Alex Telles, ketimbang duo pemain kesayangan Ole Gunnar Solskjaer, Aaron Wan-Bissaka dan Luke Shaw.
Menurut mantan bintang Leeds United Noel Whelan, juru taktik Jerman itu justru sangat terkesan dengan kinerja duo bek yang selama ini jadi pilihan kedua.
Praktis, hal ini semacam sinyal "ancaman" bagi duo andalan Solskjaer, Wan-Bissaka dan Shaw, agar lebih meningkatkan performa mereka lagi di bawah pengawasan Rangnick jika mereka mau mendapatkan kembali tempat di tim utama.
Rangnick dikenal sebagai pelatih yang sangat menuntut energi tinggi dan hard pressing dari para pemainnya. Telles dan Dalot belakangan memang sedang tokcer-tokcernya.
Rangnick bahkan sekarang tak melihat Wan-Bissaka dan Shaw bisa kembali jadi pilihan utama.
Sejak Euro 2020, penampilan Shaw dianggap relatif menurun, sementara Wan-Bissaka tampil kurang meyakinkan di beberapa kesempatan.
"Telles telah melakukan tugasnya dengan cukup baik untuk mempertahankan posisinya. Shaw belum cukup baik," kata Whelan kepada Football Insider.
"Wan-Bissaka adalah pemain lain yang dikritik, fans benar-benar tidak menyukai gaya mainnya. Sebagai seorang bek, dia fantastis. Tapi untuk maju ke depan, itu beda cerita. Dia bukan wing-back alami," jelasnya.
"Telles dan Dalot bisa melakukan keduanya. Mereka memiliki atribut menyerang, bisa menghadirkan sedikit kualitas di pertahanan lawan. Posisi fullback adalah area ketika tim kalah untuk saat ini. Menyusul setiap manajer baru, datang pemain-pemain favorit baru dan skema baru, itulah yang menurut saya sedang dijelajahi Rangnick saat ini," ulasnya.
"Mereka memenangkan pertandingan sepakbola. Shaw dan Wan-Bissaka hampir tak bisa mengetuk pintu manajer mereka untuk bertanya, kenapa mereka tidak bermain. Mereka harus menunggu pertandingan," katanya lagi.
Solskjaer menaruh kepercayaan penuh pada Shaw dan Wan-Bissaka untuk posisi fullback semasa dia menjadi manajer. Pria Norwegia itu jadi orang penting yang membangkitkan kembali karier Shaw.
Sementara, Solskjaer pula yang mendatangkan Wan-Bissaka dari Crystal Palace. Namun, sang juru taktik meminta dibelikan bek baru di musim panas karena tidak mempercayai Dalot, yang diangkut oleh Jose Mourinho.


