Gol telat Sergio Ramos di final Liga Champions 2014 ke gawang Atletico Madrid mungkin telah mengubah sejarah sepakbola Eropa, demikian menurut Luka Modric.
El Real tertinggal terlebih dahulu setelah Diego Godin membuka gol namun secara dramatis Ramos berhasil memaksakan babak perpanjangan waktu di Estadio da Luz berkat gol sundulan kepalanya pada menit 93.
Gareth Bale kemudian membuat pasukan Carlo Ancelotti berbalik unggul kemudian Marcelo dan Cristiano Ronaldo memastikan kemenangan 4-1 di Lisbon.
Gelar di ibu kota Portugal itu dikenal dengan sebutan 'La Decima' namun sejatinya yang pertama dari 12 tahun untuk Los Merengues.
Sejak saat itu, raksasa sepakbola Spanyol tersebut telah menambah koleksi gelar juara di Eropa sebanyak tiga kali namun Modric mengaku tidak yakin hal itu bisa terwujud tanpa gol Ramos.
"Sulit melakukan penilaian, saya tidak tahu pasti," ujarnya di Club del Deportista.
Getty Images"Tetapi mungkin saja gol tersebut telah mengubah sejarah sepakbola Eropa. Ketika itu El Real sudah punya sederet koleksi trofi namun ketika itu tim ini belum mengangkat trofi Liga Champions dalam waktu 12 tahun."
"Gol itu mengubah sesuatu, mentalitas telah berubah. Sejak saat itu kami sangat kuat di Eropa dan lawan kembali takut. Ini memperlihatkan betapa pentingnya mentalitas dalam sepakbola."
"Orang-orang menghabiskan 12 tahun untuk membicarakan La Decima dan itu menjadi beban. Jose Mourinho membawa tim tiga kali ke semi-final dan sangat sulit untuk menembus penghalang mental ini."
"Saya masih merinding mengingat kami berhasil menembus ke final dan menang berkat gol itu. Kami memperlihatkan karakter kuat dan tidak pernah menyerah."
