Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Luis Milla - Timnas IndonesiaTaufan Budi

Luis Milla Tetap Puas Timnas Indonesia U-22 Menang Tipis


LIPUTAN   ALDIV ALFASERA     DARI   BALI

Pelatih timnas Indonesia U-22 Luis Milla tetap merasa puas sekalipun anak asuhnya hanya memetik kemenangan tipis 1-0 atas Persewangi Banyuwangi dalam pertandingan uji coba di Stadion Dipta Gianyar kemarin.

Asisten pelatih Bima Sakti mengatakan, instruksi Milla agar pemain mengaliri bola mulai dari belakang hingga depan dapat diteraptkan dengan baik. Hanya saja, penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah bagi jajaran pelatih.

SIMAK JUGA: Timnas U-22 Menang Tipis Atas Persewangi

“Tinggal finishingnya saja yang perlu diperbaiki. Luis Milla tadi mengungkapkan puas dengan permainan anak-anak. Selama ini kami memang melatih mereka bagaimana build up dari belakang, tengah baru ke depan. Jadi tidak selalu langsung bola-bola ke depan,” jelas Bima.

“Lini belakang sudah lumayan bagus, tinggal komunikasinya yang perlu ditingkatkan lagi. Sebelum pertandingan Luis Milla bilang, center back harus banyak komunikasi untuk mengangkat motivasi dan kepercayaan diri pemain lain.”

SIMAK JUGA: Milla Kantongi Kerangka Timnas U-22

Dalam pertandingan ini, timnas U-22 tidak memainkan Marinus Manewar dan Bagas Adi Nugroho yang baru pulih dari cedera. Begitu juga dengan Saddil Ramdani dan Nazar Nurzaidin. Sedangkan M Hargianto terserang demam.

Sementara itu, pelatih Persewangi Bagong Iswahyudi mengaku puas dengan penampilan pemain. Apalagi mereka menghadapi timnas U-22 yang memiliki materi pemain lebih bagus.

SIMAK JUGA: Soal Pemain Senior, Luis Milla Janjikan Kejutan

“Saya kira memuaskan pertandingan ini, karena PSSI levelnya dua tingkat di atas kami. Yang jelas kami tidak kalah banyak. Babak pertama kami tidak mau paksakan ke atas, karena kalau begitu otomatis ada lubang di tengah. Jadi kami tunggu supaya mereka bermain di tengah, baru kami rebut,” tutur Bagong.

“Bola atas sulit, bola bawah sering di-intercept. Satu-satunya cara, kami harus bermain cepat, tapi hal itu tidak terjadi. Kami bangga bisa melawan timnas. Pertandingan ini untuk mengukur pemain kami, bagaimana anak-anak menghadapi tekanan besar.” (gk-67)

Footer Goal Indonesia Instagram
Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google