OLEH SANDY MARIATNAIkuti di Twitter
Duel menarik tersaji di Giuseppe Meazza ketika Inter Milan sanggup memukul rival sekota AC Milan secara dramatis lewat skor 3-2, Minggu (15/10) malam waktu setempat. Mauro Icardi menjadi bintang lapangan berkat torehan hat-trick, termasuk penalti di menit terakhir yang menjadi gol penentu kemenangan.
Pelatih Inter Luciano Spalletti sudah pasti langsung memuji aksi heroik Icardi tersebut, namun ia juga mengaku terkesan dengan serunya laga derby ini. Spalletti mengaku kerepotan dalam meladeni permainan Rossoneri yang dua kali mampu menyamakan skor melalui Suso dan Giacomo Bonaventura.
“Ini adalah derby yang dahsyat di Milan, terlepas dari siapa yang menang,” kata Spalletti kepada Mediaset Premium.
“Memenangi laga seperti ini memberikan Anda antusiasme. Namun jika dianalisis, kami bermain dengan penuh determinasi sejak menit pertama. Meski demikian, kami harus terus meningkatkan diri karena dalam beberapa momen kami terlihat kerepotan. Harus diakui bahwa lawan kami memang kuat,” imbuhnya.
Spalletti juga mengungkapkan kelemahan Milan di partai ini. Ia mengakui bahwa permainan armada Vincenzo Montella memang meningkat di babak kedua, namun mereka bermain terlalu ofensif. Menurutnya, Fabio Borino yang bermain sebagai wing-back kanan dipaksa untuk terus menyerang sehingga melupakan tugas bertahan.
“Jika kami bisa memanfaatkan situasi itu dengan memberikan bola ke Ivan Perisic dan mendorong para winger ke depan, maka kami berpeluang mencetak gol. Milan mengambil sejumlah risiko dan hal itu memberikan kesempatan bagi kami,” imbuh Spalletti.
Kemenangan ini membawa Nerazzurri kukuh di peringkat kedua klasemen Serie A Italia, terpaut dua poin dari pemuncak klasemen Napoli.




