Lucas Moura menegaskan bahwa skuad Tottenham Hotspur tetap percaya dan mendukung manajer Jose Mourinho di tengah inkonsistensi yang dialami pada musim 2020/21 ini.
Posisi Mourinho di bangku manajerial Spurs sempat dipertanyakan menyusul eliminasi mengejutkan dari Liga Europa di tangan Dinamo Zagreb, yang dilanjut dengan kekalahan 2-0 di derbi London utara melawan rival sekota Arsenal pada akhir pekan kemarin.
Namun Spurs mampu merespons itu dengan mengalahkan Aston Villa lewat skor 2-0 di ajang Liga Primer Inggris. Mengenai itu, Moura kepada London Evening Standard mengatakan: “Ini sudah menjadi pekan yang sangat buruk untuk kami, perasaannya tidak mengenakkan.
“Malam kemarin kami telah menunjukkan kualitas kami, kami mempertontonkan sikap kami.
“Hal terbaik mengenai sepakbola adalah Anda tidak punya waktu untuk menangis. Kami telah membicarakan pertandingan [Dinamo] itu. Manajer memberi tahu kami banyak hal, namun hal-hal seperti itu perlu kami simpan di kalangan kami saja.
“Dia punya banyak pengalaman dan dia sudah mencoba untuk memotivasi kami, dan itu sangat bagus untuk pertandingan semalam. Let’s go. Kami punya sembilan laga tersisa [di Liga Primer], kami punya final [Piala Liga], mari akhiri musim ini dengan baik.
“Kita semua bersatu. Kami berada di kapal yang sama. Kami kalah sama-sama, kami menang bersama. Apa yang terjadi di Kroasia memang salah kami. Semuanya termasuk. Ketika kami ada di lapangan, kami hanya ingin menang.
“Kami tahu di luar sana ada banyak suporter yang mendukung kami lewat TV. Kami bermain untuk keluarga kami, kami bermain untuk rasa bangga kami dan kita semua bersama-sama dalam hal ini. Kami percaya pada pelatih. Kami percaya pada pelatih karena dia tahu sejarahnya. Kami hanya ingin meraih sukses di sini.”
Spurs sekarang menempati urutan keenam dengan koleksi 48 poin dari 29 pertandingan yang telah dimainkan. Mereka hanya berjarak tiga angka dari tim peringkat empat Chelsea.
Setelah jeda internasional bulan ini, Spurs diharuskan bertandang ke markas Newcastle United di St. James’ Park dan seminggu berselang mendapat giliran menjamu Manchester United, yang tak lain merupakan mantan klub Mourinho.


