guardiola_klopp(C)Getty images

Soal Klaim Liverpool, Guardiola: Man City "Pemain Baru" Di Liga Primer Inggris

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, memberikan pembelaan terkait klaimnya yang menyebut “semua orang di Inggris mendukung Liverpool”.

Pernyataan tersebut dilontarkan Guardiola kepada Bein Sports pasca-kemenangan City atas Newcastle United 5-0 di Liga Primer Inggris, awal bulan ini.

Menuju laga penentuan, City masih unggul satu poin atas Liverpool. The Citizens wajib menang atas Aston Villa pada pekan pamungkas di Stadion Etihad untuk mengamankan gelar.

Dalam sesi jumpa pers pralaga, Pep mengatakan bahwa ada salah tafsir dari komentarnya tersebut, meski ia mengakui bahwa Liverpool memang dicintai di Inggris karena rekam jejak sejarah.

"Saya yakin bahasa Inggris saya tidak cukup baik setelah empat atau lima tahun di sini, jadi mungkin saya tidak menjelaskannya dengan baik," ucap Guardiola.

“Yang saya ingin katakan adalah: ketika Anda datang untuk memenangkan gelar, tim dengan lebih banyak tradisi, lebih banyak sejarah memenangkan liga, dan memenangkan Liga Champions, mereka akan memiliki lebih banyak dukungan melalui media.”

"Itu terjadi di Spanyol dengan Barcelona dan Real Madrid, itu terjadi di Jerman dengan Bayern Munich, itu terjadi di Italia dengan AC Milan, Inter dan yang lainnya.”

“Kami adalah ‘orang luar baru’ dalam sedekade terakhir. Kami tidak ada di sana pada saat itu.”

"Tentu saja orang tidak ingin Liverpool menang, seperti kami. Jika Anda menang terlalu banyak, mereka tidak ingin Anda menang lagi.”

“Ya, kalau dibandingkan di semua negara di dunia, akan ada dua atau tiga atau empat tim yang lebih banyak didukung rakyatnya ketimbang yang lain. Man United, Liverpool, Arsenal mereka punya sejarah,” pungkasnya.

Adapun musim ini, trofi Liga Primer keenam City–keempat dalam lima musim terakhir, semuanya di bawah Guardiola–akan menjadi yang kedua terbanyak di bawah Manchester United (13).

Hanya Alex Ferguson (13) yang akan menempati peringkat di atas Pep di era Liga Primer. Tapi, ia telah mengungguli Arsene Wenger dan Jose Mourinho (3) sebagai manajer non-Inggris tersukses di kompetisi kasta teratas Inggris.

Iklan