Jurgen Klopp Liverpool 2021Getty Images

Liverpool Ikut Mundur Dari Liga Super Eropa Setelah Dikecam Pemain & Suporter Sendiri

Liverpool mengonfirmasi bahwa mereka telah mundur dari Liga Super Eropa.

The Reds mengeluarkan pernyataan itu pada Selasa malam dengan "menghentikan" keterlibatan mereka dalam rencana kontroversial tersebut, yang dalam prosesnya berpotensi menjungkirbalikkan tatanan sepakbola domestik, Eropa dan internasional jika itu tetap dipaksakan.

Keputusan itu mereka ambil selang 48 jam yang penuh polemik, di mana para pemain dan suporter ikut bersatu untuk mengutuk proposal yang ada dan menyerukan kepada klub untuk menghormati sejarah dan tradisi olahraga paling populer di dunia ini.

Mengapa Liverpool Menarik Diri?

Para pemain Liverpool menyuarakan perasaan mereka tentang masalah ini dengan gamblang, merilis pernyataan terkoordinasi di saluran media sosial mereka pada Selasa, sementara Spirit of Shankly, serikat pendukung klub, meminta Fenway Sports Group (FSG) selaku pemilik untuk "mempertimbangkan posisi mereka dengan segera”.

Sejumlah legenda termasuk Robbie Fowler dan Sir Kenny Dalglish turut mendesak klub lamanya itu untuk berpikir ulang soal keterlibatannya dalam Liga Super, sementara Jamie Carragher mengatakan dia "tidak bisa melihat masa depan" terkait kepemilikan FSG di Anfield.

Pernyataan Resmi Liverpool

Melalui laman resminya, klub penghuni Anfield itu menyatakan: "Liverpool Football Club dapat mengonfirmasi bahwa keterlibatan kami dalam rencana yang diusulkan untuk membentuk Liga Super Eropa telah dihentikan. Dalam beberapa hari terakhir ini, klub telah menerima perwakilan dari berbagai pemangku kepentingan, baik secara internal maupun eksternal, dan kami ingin mengucapkan terima kasih kepada mereka atas kontribusinya yang berharga."

Bagaimana Dengan Klub Lain?

Di waktu yang hampir sama ketika Liverpool merilis pernyataan, Manchester United, Arsenal, dan Tottenham Hotspur semuanya mengonfirmasi niat mereka untuk mundur dari proposal Liga Super.

Arsenal mengeluarkan surat terbuka kepada pendukung mereka, di mana mereka meminta maaf atas polemik yang ditimbulkan. "Kami membuat kesalahan, dan kami meminta maaf untuk itu," bunyi pernyataan tersebut.

Spurs, sementara itu, mengatakan mereka menyesali "kecemasan dan kekesalan yang disebabkan oleh proposal ESL", selagi Manchester United mengatakan mereka "mendengarkan dengan cermat reaksi dari para suporter kami, pemerintah Inggris dan pemangku kepentingan utama lainnya."

Sebelumnya di hari yang sama, Manchester City menjadi klub Inggris pertama yang secara resmi mengumumkan niatan mereka untuk angkat kaki.

Sedangkan Chelsea, di saat penulisan ini dibuat, belum melakukannya, meski diyakini klub London itu akan mengikuti jejak yang lain.

Peran Besar Pemain & Suporter Liverpool

Tidak diragukan lagi bahwa reaksi orang-orang di Liverpool berperan dalam keputusan klub untuk mundur.

Jurgen Klopp dan para pemainnya tercengang dengan tingkat kecaman yang ditujukan kepada mereka sebelum, selama dan setelah pertandingan Liga Primer di markas Leeds pada Senin malam, sementara Klopp kesal dengan berita bahwa Spion Kop 1906, kelompok penggemar terkemuka The Reds, berencana untuk mencopot sejumlah bendera dan spanduk ikoniknya dari The Kop menjelang pertandingan kandang hari Sabtu melawan Newcastle.

Tanggapan para pemain pada Selasa malam adalah kunci. Dipimpin oleh kapten Jordan Henderson dan wakil kapten James Milner, mereka mengeluarkan pernyataan kolektif di seluruh saluran media sosial mereka.

“Kami tidak menyukainya dan kami tidak ingin itu terjadi,” demikian bunyi tulisan itu. “Ini adalah posisi kolektif kami. Komitmen kami untuk klub sepakbola ini dan para pendukungnya yang mutlak dan tanpa syarat. You'll Never Walk Alone."

Iklan
0