Selama tujuh musim membersamai Liverpool, Jurgen Klopp berhasil menghadirkan sukacita buat para Kopite. Bagaimana tidak? Manajer karismatik asal Jerman itu merombak total 'era lawak' The Reds yang berlangsung antara 2009/10 sampai 2015/16, di mana mereka cuma satu kali mampu finis di atas peringkat enam.
Di genggaman tangan emas Klopp, Liverpool menjelma mesin kemenangan yang memporak-porandakan sepakbola Inggris dan Eropa. Prosesnya memang tak mulus, mengingat mereka cuma finis kedelapan di musim pertama sang pelatih (2015/16) serta kalah tiga kali di tiga final. Namun setelah melalui proses penempaan, Si Merah racikan Klopp sukses menjuarai Liga Champions Eropa, mengakhiri penantian 30 tahun untuk jadi kampiun Liga Primer Inggris, serta memenangkan berbagai trofi besar lainnya. Penggemar The Reds serasa di surga dunia.
Namun kegembiraan itu belum terlihat hilalnya di musim 2022/23 ini. Tiga laga berjalan, satu kemenangan pun belum bisa Liverpool kantongi. Puncaknya, setelah diimbangi Fulham dan Crystal Palace, pasukan Klopp kalah 2-1 dari Manchester United, tim yang di dua laga pertama dikalahkan Brighton dan dibantai Brentford. Sontak, para penggemar pun harap-harap cemas. Mungkinkah 'kutukan tujuh musim' Klopp benar adanya?
Apa itu kutukan 7 musim Jurgen Klopp?
Pensiun sebagai pemain Mainz 05, Klopp langsung melatih mereka pada Februari 2001, menggantikan Eckhard Krautzun yang dipecat. Setelah berkali-kali nyaris berhasil, manajer asal Jerman itu akhirnya sukses mengantarkan Die Nullfunfer promosi ke Bundesliga untuk pertama kali dalam sejarah mereka pada musim 2003/04.
Meski lolos ke Piala UEFA (kini Liga Europa) 2005/06, Mainz 05 arahan Klopp harus rela kembali terdegradasi ke 2.Bundesliga pada 2006/07. Dia memang memutuskan untuk bertahan, walau akhirnya memilih mundur usai gagal membawa mereka promosi di musim berikutnya. Total tujuh tahun atau tujuh setengah musim (2001-2008) Klopp melatih Mainz 05.
Gagal promosi bareng Mainz, Klopp justru dipercaya memegang Borussia Dortmund per 2008/09, yang finis ke-13 di musim sebelumnya di bawah arahan pelatih Persija Jakarta saat ini, Thomas Doll.
Getty ImagesSerupa di Mainz, musim-musim pertamanya di BVB tak langsung indah meski meningkat. Barulah pada 2010/11 dan 2011/12 Klopp membuat Yellow Wall berpesta dengan dua gelar Bundesliga berturut-turut. Dia juga mempersembahkan dua Piala Super dan satu DFB-Pokal. Pada 2012/13, Klopp bahkan membawa mereka maju ke final Liga Champions, meski harus gigit jari dikalahkan Bayern Munich.
Namun di tahun ketujuhnya (2014/15) di Westfalenstadion, Klopp hanya finis di peringkat ketujuh dan memutuskan untuk mundur dari jabatan pelatih.
Kutukan Klopp turut jangkiti Liverpool?
GETTYKlopp sudah tujuh tahun (2015-2022) menyulap Liverpool kembali menjadi tim yang disegani. Musim ketujuhnya, atau musim lalu, pun hampir mencetak sejarah. The Reds berharap menjadi tim Inggris pertama yang mampu memenangi quadruple usai menjuarai Piala FA dan Piala Liga Inggris 2021/22. Sayangnya harapan tersebut berakhir dengan patah hati, setelah Manchester City mengklaim gelar EPL dengan keunggulan satu poin, dan Real Madrid keluar sebagai kampiun Liga Champions usai mengalahkan Liverpool di partai final.
Saat ini memang musim kedelapan Klopp sebagai manajer Liverpool, sehingga sudah melewati durasi tujuh musim 'kutukan' tersebut. Tapi, denga The Reds melakoni start terburuk mereka dalam satu dekade terakhir, tanda-tanda penurunan jadi semakin nyata.
Dengan kontraknya yang masih berlaku hingga 2026, mampukah Klopp lolos dari kutukan tersebut?


