Winger Fiorentina Christian Koffi mengakui, dirinya menolak kesempatan untuk bergabung Liverpool pada 2018 silam, kendati klub Merseyside itu tertarik pada diirnya.
Koffi menjelaskan, dirinya belum siap untuk berada di klub sebesar The Reds. Ketika itu, Koffi memperkuat AS Monaco lalu dia menolak tawaran kontrak profesional dari klub kerajaan tersebut. Sang youngster lebih memilih angkat kaki dari klub Ligue 1 Prancis itu.
Kendati kemudian datang ketertarikan dari Liverpool, winger Prancis-Pantai Gading ini meyakini, demi kebaikan perkembangan kariernya, berada di Fiorentina adalah pilihan bijaksana.
"Segalanya diputuskan di menit-menit akhir," kata pria 19 tahun itu kepada Goal.
"Saya sangat tersanjung diminati Liverpoo, akan tetapi saya memilih Fiorentina demi perkembangan saya," katanya lagi.
"Liverpool lebih dari sekadar klub besar dan saya tidak siap kala itu, terutama pada 2018. Tim Liverpool saat itu sangat bagus. Itu bukan waktu yang tepat," jelasnya.
Keputusan yang diambil Koffi pada akhirnya membuat dia senang karena dia sekarang bisa belajar dari sosok legendaris seperti Franck Ribery, yang bergabung Fiorentina dari Bayern Munich setahun setelah Koffi mendarat.
"Ini kesempatan untuk tumbuh dengan pemain besar sepertinya, belajar banyak dengannya," tambah Koffi.
"Dia seperti legenda bagi saya, kami banyak membicarakan tentang dia di Prancis. Pencapaian dia di olahraga ini begitu banyak, itulah kenapa kami hanya mengagumi kinerja dia," urainya.
"Dia adalah teladan, bahkan sejak kanak-kanak! Sekarang bisa melihat dia secara nyata. Itu sungguh spesial. Dia simpel, sangat keren. Dia orang yang sangat baik bagi para pemain muda," ungkap Koffi.
Meski bakatnya telah diakui, Koffi sejauh ini belum membuat penampilan senior bagi Fiorentina. Dia bermain untuk tim Primavera dalam dua musim terakhir.
Agustus nanti, dia akan berusia 20 tahun. Koffi menyadari, dibutuhkan gebrakan yang lebih besar lagi agar mendapatkan kesempatan untuk bisa tampil di tim utama Fiorentina di musim-musim berikutnya.




