Bintang Johor Darul Takzim (JDT), Liridon Krasniqi resmi menjadi pemain naturalisasi terbaru Malaysia.
Tuntasnya proses naturalisasi pemain kelahiran Kosovo tersebut diumumkan oleh Federasi Sepakbola Malaysia (FAM), Senin (3/2) kemarin.
Naturalisasi pemain memang menjadi salah satu program yang ditempuh FAM guna melakukan peningkatan prestasi jangka pendek, sembari terus melanjutkan sinergi dengan Program Pengembangan Sepak Bola Nasional (NFDP) untuk usia muda yang digagas oleh pemerintah Malaysia.
Krasniqi menerima paspor Malaysia melalui jalan yang cukup panjang, setelah memenuhi syarat minimal lima tahun tinggal di negara tersebut, yakni sejak pertama tiba pada 2015 lalu kala memperkuat Kedah FA.
Gelandang serang berusia 28 tahun tersebut menjadi pemain naturaliasi kedua dalam sejarah sepakbola Malaysia, setelah striker asal Gambia, Mohamadou Sumareh.
Namun, sekretaris jenderal FAM, Stuart Ramalingam mengatakan Liridon masih harus menunggu lampu hijau dari FIFA sebelum bisa memperkuat Harimau Malaya dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia lawan Uni Emirat Arab (UEA), Vietnam dan Thailand.
"Krasniqi sekarang selangkah lebih dekat untuk mengenakan kostum tim nasional sebagai pemain naturalisasi dan sekarang hanya menunggu persetujuan akhir dari FIFA," kata Stuart seperti dilansir New Straits Times.
"Kami berharap kehadiran Krasniqi, sebagai pemain naturalisasi setelah Sumareh, akan menambah kekuatan tim nasional."
Krasniqi pernah tiga kali memperkuat tim nasional Kosovo pada 2014 lalu, namun saat itu status negara asalnya bukan anggota FIFA sehingga memungkinkan baginya untuk memperkuat Malaysia sebagai negara barunya.
