Keputusan wasit pada detik-detik terakhir laga antara timnas Tunisia dan Libya U-20, yang berakhir imbang 1-1 pada Sabtu malam dalam ajang kualifikasi Piala Afrika U-20 2027, memicu kemarahan luas di kubu timnas Libya, setelah sebuah serangan balik yang nyaris memberi mereka gol kemenangan dianulir akibat posisi offside yang menuai kontroversi besar, meski sah menurut aturan permainan.
Asisten wasit menetapkan offside atas penyerang Libya pada sebuah serangan balik cepat di masa tambahan waktu, setelah kiper Tunisia Salim Bouaskar maju ke area penalti tim negaranya untuk ikut dalam eksekusi tendangan sudut, dalam upaya mencuri gol yang bisa menyelamatkan harapan Tunisia untuk lolos.
Timnas Libya merebut bola kembali dan melancarkan serangan balik yang membuat para pemainnya mengira mereka memiliki keunggulan jumlah yang besar, yaitu 4 pemain berbanding 1 pemain Tunisia, sebelum asisten wasit turun tangan dan mengangkat benderanya untuk menyatakan adanya offside, yang memicu protes keras dari para pemain Libya serta anggota tim pelatih, yang sebagian di antaranya menyerbu ke arah wasit sebagai bentuk protes atas keputusannya.
Meski protes berlangsung sengit, keputusan tersebut sejalan dengan aturan Federasi Sepak Bola Internasional, sebab penyerang Libya telah melewati garis tengah lapangan sekitar satu meter, dan tidak ada pemain Tunisia di belakangnya selain kiper Bouaskar, yang maju ke area penalti lawan untuk mengeksekusi tendangan sudut. Hal itulah yang menempatkan sang penyerang dalam posisi offside saat bola diumpankan kepadanya.
Aturan permainan menyebutkan bahwa offside ditetapkan apabila ada bagian kepala, tubuh, atau kaki pemain yang berada di separuh lapangan lawan, kecuali garis tengah, serta lebih dekat ke garis gawang dibanding bola dan pemain lawan kedua dari belakang, dengan memperhatikan syarat keterlibatan dalam permainan.
Dalam kasus ini, keberadaan pemain Tunisia lain di belakang penyerang, atau pengoperan bola sebelum ia melewati garis tengah, sudah cukup untuk menghindari offside.
Pertandingan berakhir imbang 1-1, setelah Dhirar Brik membuka keunggulan untuk timnas Tunisia pada menit ke-24, sebelum Moussa Ibrahim menyamakan kedudukan bagi Libya pada menit ke-64, sehingga harapan Tunisia untuk bersaing memperebutkan tiket lolos pun berakhir, sementara Libya menyia-nyiakan peluang berharga untuk meraih tiga poin, yang akan memberi mereka harapan tambahan menjelang laga terakhir melawan Maroko, yang dijadwalkan pada hari Selasa.

