Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), menyebut ada tiga klub yang terancam tak boleh ambil bagian di Liga 2 2019. Mereka adalah Sriwijaya FC, PSPS Riau, dan PSMS Medan.
Kondisi tersebut karena para klub itu masih belum melunasi tunggakkan gaji kepada pemainnya di musim lalu. Padahal, sejak awal BOPI sudah mengingatkan agar klub yang tampil di Liga 2 bebas dari utang.
BOPI bakal menunggu sampai awal pekan depan ketiga klub tersebut untuk melunasi gaji para pemainnya. Apabila tidak, mereka tak bisa member rekomendasi kesebelasan itu bermain di Liga 2.
"Tidak akan sehat perguliran liga jika masih ada pernik-pernik sidang di pengadilan atau apalah. Itu menunjukkan bahwa kita tidak profesional. Gaji itu menjadi concern BOPI karena seperti tadi masih ada yang belum beres," kata Plt sekjen BOPI Sandi Suwardi.
"Kemudian kami tidak memperdulikan saling menyalahkan antara klub dan operator terkait hak siar tv, uang subsidi belum cair. Karena kalau untuk bayar gaji tidak usah berbicara subsidi."
"Sebuah klub harus punya dana jaminan. Liga 2 memang menjadi sorotan khusus di sektor gaji pemain ini, bahkan ada beberapa tim yang masih menggunakan sistem ala tarkam," tambahnya.

