Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
PSMS - Blitar UnitedDoni Ahmad

Liga 2 2019: PSMS Medan Ambisi Tinggalkan Pesaing


LIPUTAN   DONI AHMAD     DARI   MEDAN

PSMS Medan mengapungkan ambisi menutup putaran pertama Liga 2 2019 dengan memuncaki klasemen sementara. Satu-satunya cara adalah mengalahkan tuan rumah Persiraja Banda Aceh kala kedua tim bentrok, Rabu (14/8).

Kemenangan 2-1 atas PSGC Ciamis di Stadion Teladan kemarin membuat PSMS kini mengumpulkan nilai 20, unggul satu poin dari Cilegon United. Tim Ayam Kinantan berselisih dua angka dengan Sriwijaya FC, PSCS Cilacap, dan Persiraja.

“Alhamdulillah bisa naik ke puncak klasemen. Masih ada peluang untuk menjuarai putaran pertama. Mudah-mudahan bisa menang lawan Persiraja, sehingga bisa memperlebar jarak,” ujar pelatih Abdul Rahman Gurning.

Gurning menambahkan, pemain sempat tegang, karena mereka berusaha mencetak banyak gol. Gurning juga melakukan beberapa pergantian yang tidak biasanya dengan menarik Natanael Siringoringo di awal babak kedua, dan Mohamadou Al Hadji.

“Anak-anak seperti beban ingin menang dengan banyak gol, sehingga permainan tidak berkembang di babak pertama. Apalagi waktu ketinggalan satu gol. Namun hasil akhir 2-1 ini sangat kami apresiasi. Berapa pun skornya yang penting kami menang,” kata Gurning.

“Natanael sempat memaksakan diri untuk melewati satu dua pemain. Jadinya bola sering nyangkut. Kami sudah peringatkan tapi masih dibuat juga. Akhirnya kami tarik dan gantikan dengan Yuda Rizki. Gaya permainan menjadi lebih terbuka. Sementara Al Hadji sering out posisi. Dia oper-oper bola ke tengah juga berbahaya.”

Sementara asisten pelatih PSGC Ayi Daud mengaku puas bisa memberi perlawanan, meski pada akhirnya harus kalah. Menurutnya, pemain tampil lepas yang membuat PSMS kesulitan.

“Kerja keras pemain patut diapresiasi. Kami bisa cetak gol di babak pertama. Memang sejak awal diinstruksikan tidak ada beban, karena kami di papan bawah, sehingga anak-anak bisa beri perlawanan,” ucap Ayi Daud. (gk-71)

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google