Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
MOROCCO-POLITICS-VOTEAFP
Diterjemahkan oleh

Lekjaa Menantang: Kami Ingin Final Piala Dunia, "Suka atau Tidak Suka"

Perdebatan mengenai tempat yang akan menjadi tuan rumah final Piala Dunia 2030 masih terbuka lebih lebar dari sebelumnya. 

Jika pada awalnya diyakini bahwa laga penentu di ajang Piala Dunia itu hampir dipastikan akan digelar di Spanyol, dengan Stadion Santiago Bernabeu dianggap sebagai kandidat terkuat dan Stadion Spotify Camp Nou sebagai pilihan lain, kini penyelenggaraan final di Grand Stade Hassan II yang baru di Maroko tampak menjadi kemungkinan yang semakin besar.

Surat kabar Sport memuat pernyataan Fouzi Lekjaa, presiden Federasi Sepak Bola Maroko, yang mengungkapkan niat negaranya untuk menjadi tuan rumah laga final besar tersebut.

Lekjaa menegaskan bahwa Grand Stade Hassan II akan memiliki kapasitas lebih besar dari Spotify Camp Nou dan Santiago Bernabeu untuk menampung penonton, karena stadion yang berlokasi di Benslimane itu akan memiliki tribun yang mampu menampung 115 ribu penonton, sementara kapasitas stadion Barcelona mencapai 105 ribu penonton, sedangkan stadion Real Madrid menampung sekitar 78 ribu penonton.

Dalam pernyataan yang disampaikannya pada sebuah acara kampanye partai Otentisitas dan Modernitas, beberapa hari sebelum pemilihan legislatif Maroko, Lekjaa menegaskan, "Kami akan mengerahkan seluruh institusi dan seluruh rakyat Maroko agar Maroko menjadi tuan rumah final Piala Dunia 2030, suka atau tidak suka."

Sekitar 10 hari sebelumnya, Lekjaa bahkan sudah menegaskan bahwa Benslimane akan mendapat kehormatan menyelenggarakan final Piala Dunia 2030.

Selain itu, ada satu argumen utama lain yang menguntungkan pilihan Maroko sebagai tuan rumah laga final Piala Dunia, yaitu bahwa stadion tersebut akan siap sebelum Spotify Camp Nou, yang memungkinkan pengujiannya dengan menyelenggarakan berbagai acara besar.

Pembangunan Grand Stade Hassan II memang dijadwalkan rampung sepenuhnya pada tahun 2027, dengan perkiraan biaya melebihi 450 juta euro.

Meski demikian, kemungkinan besar kita harus menunggu hingga tahun depan atau bahkan tahun 2028 untuk mengetahui keputusan akhir Federasi Sepak Bola Internasional, dengan Spanyol dan Maroko berada di antara negara-negara kandidat tuan rumah laga final.

Anda dapat membahas topik dan berita secara lebih mendalam di forum Kooora 

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google