Betis Athletic Copa del ReyAthletic Club Twitter

Laporan Pertandingan: Real Betis 1-1 Athletic Blibao (Pen. 1-4)

Athletic Bilbao menunjukkan perlawanan sengit hingga akhirnya lolos ke semi-final Copa del Rey seusai membekuk tuan rumah Real Betis di drama adu penalti.

Di babak perempat-final yang dilangsungkan di Estadio Benito Villamarin, Jumat (5/2) dini hari WIB tadi, kedua tim bermain sama kuat 1-1 hingga waktu normal berakhir dan pertandingan yang dilanjutkan ke babak tambahan juga tidak berhasil menemukan pemenang sehingga duel terpaksa ditentukan lewat adu tos-tosan.

Sebelum pertandingan ini digelar, Betis memiliki rekor meyakinkan karena hanya kalah sekali dari sembilan laga kandangnya di Copa del Rey melawan Bilbao, dengan rincian lima kali menang tiga kali imbang. Satu-satunya kekalahan terjadi pada Mei 1966, di mana mereka takluk 1-4 namun sanggup melaju dua kali saat jumpa rivalnya tersebut.

Di pertemuan ini, Betis baru bisa memecah kebuntuan di menit ke-84 ketika pemain pengganti Juanmi memperdaya kiper Unai Simon. Menurut catatan Opta, Betis adalah tim LaLiga dengan gol paling banyak yang berasal dari pemain cadangan di semua kompetisi musim ini (9).

Meski begitu, Bilbao tak putus harapan dan menyamakan skor ketika laga menunjukkan menit ke-94. Adalah Raul Garcia yang menjadi penyelamat seturut golnya ke gawang Joel Robles dan itu membuat pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan, menjadi yang ke-41 di mana laga Copa del Rey musim ini harus ditentukan di menit ekstra.

Di babak perpanjangan waktu, kedua tim gagal menjaringkan gol yang mereka cari dan duel ini terpaksa ditentukan via adu penalti. Dalam kesempatan tersebut, empat algojo Bilbao seperti Garcia, Inaki WIlliams, Jon Morcillo dan Yuri Berchiche mampu melakukan tugasnya, sedangkan Betis mendapati dua penendangnya gagal; mereka adalah Sergio Canales dan Juanmi meski Aissa Mandi sempat memberikan contoh bagus di kesempatan pertama.

Berkat ini, Bilbao akan memainkan semi-final Copa del Rey untuk kali kedua dalam dua musim beruntun. Terakhir kali mereka sampai ke tahapan ini sebanyak dua musim berturut-turut terjadi antara 1983/84 dan 1986/87.

/center>
Iklan
0