La Liga Spanyol terus berbenah untuk menjangkau pasar yang lebih luas, khususnya di Asia. Salah satu upaya yang paling ampuh adalah dengan menggeser jadwal kick-off pertandingan.
Secara tradisional, laga-laga La Liga dimulai pukul 4 sore hingga pukul 8 malam guna menyesuaikan jam prime time televisi di Spanyol, tapi di satu sisi membuat jam tayang di Asia menjadi terlalu larut.
Dalam beberapa musim terakhir, La Liga berani mendobrak tradisi itu dengan menghelat sejumlah pertandingan di siang bolong sehingga penonton di Asia bisa menyaksikannya saat petang hari.
Duel akbar El Clasico perdana musim ini antara Barcelona dan Real Madrid pada 27 Oktober mendatang, misalnya, akan digelar pada pukul 16:00 waktu setempat atau pukul 21:00 WIB.
Ke depannya, La Liga akan memperbanyak jadwal-jadwal ramah seperti itu. Namun, mengubah jam tayang saja belum cukup. La Liga mengusung misi yang lebih ambisius untuk memperluas ekspansi pasarnya di Asia, khususnya di Indonesia.
"Kami ingin menjadi liga nomor dua di tiap negara. Liga nomor satu adalah liga lokal di negara tersebut," kata Rodrigo Gallego selaku Delegate of La Liga Global Network Indonesia dalam acara peresmian La Liga 2019/20 di Jakarta, Selasa (3/9).
Goal IndonesiaDiakui Gallego, menembus pasar Indonesia terbilang menantang karena Liga Primer Inggris dan Serie A Italia masih mengakar kuat. Namun ia yakin, dengan berbagai pendekatan yang mereka lakukan, La Liga bisa mendapat tempat khusus di hati masyarakat Indonesia.
"Barcelona dan Real Madrid memang masih menjadi jualan utama kami. Namun, dengan iklim persaingan La Liga yang kini lebih kompetitif, seperti melejitnya Atletico Madrid, Sevilla, dan Getafe, orang-orang akan mencoba mengenal La Liga lebih dalam," sambungnya.
Di Indonesia, La Liga sudah memiliki EDF LaLiga Academy Indonesia untuk membantu pengembangan para talenta muda tanah air. Lantas, La Liga juga akan berkolaborasi secara intens dengan PT Liga Indonesia Baru untuk menciptakan atmosfer sepakbola yang lebih baik, seperti soal keamanan stadion.
Sejumlah acara di luar lapangan juga ditempuh. Pada 5 Agustus lalu, diadakan temu wicara sepakbola di Yogyakarta, hasil kolaborasi antara La Liga dan PSS Sleman. Gallego berjanji untuk bekerja sama dengan klub-klub lokal lain.
Sementara di dunia maya, La Liga juga sudah meluncurkan akun Twitter berbahasa Indonesia (@LaLigaID).
"Kami sudah bukan lagi liga lokal Spanyol, melainkan sudah menjadi liga global. Kami memiliki empat kantor di Asia. Pasar kami terus membesar. Ada banyak fans baru di Indonesia," tandas Gallego optimistis.

