Sebuah coretan dinding atau grafiti di area lintasan kereta api bawah tanah di Paris memicu kontroversi karena bernada rasis dan menghina penyerang Paris Saint-Germain Kylian Mbappe.
Pihak penyelenggara Liga Prancis (LFP) bersama sejumlah lembaga antirasisme seperti LICRA dan SOS Racisme telah melaporkan grafiti tersebut kepada pihak berwajib. Mereka akan menggugat pembuat grafiti tersebut, yang belum diketahui identitasnya. Adapun otoritas Prancis kini tengah menginvestigasi grafiti tersebut.
Seperti dilaporkan ESPN, grafiti tersebut mengandung kata-kata ofensif yang menyerang Mbappe dan juga terdapat sebuah salib Celtic berwarna hitam yang kerap diasosiasikan sebagai simbol ekstremis sayap kanan.
"Dengan menghina Kylian Mbappe, para pelaku juga menghina negara Prancis yang multiragam. Kylian Mbappe adalah simbol kesuksesan dari ras campuran Prancis," demikian pernyataan resmi dari SOS Racisme.
"Pembuat grafiti ini harus dikutuk dan dihukum, karena selain bernada menghina dan merendahkan, grafiti ini juga bertujuan untuk memecah belah," imbuhnya.
Mbappe, yang lahir di Paris 20 tahun lalu, merupakan anak dari ayah asal Kamerun dan ibu keturunan Aljazair.




