psg barcelona mbappe 03/10/2021Getty Images

Menerawang Kunci Sukses PSG Gagalkan La Remontada Jilid Dua Barcelona

Paris Saint-Germain berhasil menghentikan Barcelona untuk melangkah lebih jauh di Liga Champions musim ini.

Pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions antara Paris Saint-Germain dan Barcelona berakhir imbang 1-1, Kamis (11/3) WIB. Gol pada laga itu dicetak oleh Kylian Mbappe untuk tuan rumah di menit ke-30 melalui titik putih dan dibalas tujuh menit berselang oleh Lionel Messi.

Hasil tersebut cukup membuat tim asuhan Mauricio Pochettino melaju ke babak delapan besar, dengan agregat 5-2 setelah di leg pertama mereka berhasil melibas Blaugrana dengan skor 4-1.

Meski tanpa diperkuat mega bintangnya Neymar di kedua pertemuan, mantan bos Tottenham Hotspur itu berhasil menyusun strategi dengan baik untuk menyingkirkan raksasa Spanyol tersebut.

Dengan mengandalkan Mbappe, PSG berhasil mencetak empat gol di leg pertama lewat hat-trick pemain asal Prancis tersebut ditambah satu gol dari Moise Kean. Di laga pertama, mereka juga berhasil menguasai jalannya pertandingan dengan baik, dengan anak asuh Pochettino berhasil memanfaatkan sejumlah peluang yang mereka ciptakan untuk menjadi gol.

Meskipun di leg kedua PSG terlihat sedikit bertahan, mereka tetap memberikan sedikit tusukan-tusukan yang membahayakan gawang Barca, termasuk satu gol Mbappe yang tercipta melalui titik putih setelah Mauro Icardi dilanggar oleh Clement Lenglet di kotak penalti.

Kylian Mbappe PSG 2021GETTY

Tim asuhan Ronald Koeman memang mampu menguasai pertandingan leg kedua dengan 73 persen penguasaan bola dan menghasilkan 21 tendangan. Namun itu semua tidak cukup untuk membuat gawang Les Parisiens jebol untuk kedua kalinya.

Penampilan gemilang dari Keylor Navas di bawah mistar berhasil membuat pemain Barca frustrasi. Dengan sembilan penyelematan, termasuk menggagalkan penalti Messi, mantan penjaga gawang Real Madrid itu menunjukkan bahwa dia merupakan salah satu kiper terbaik dunia.

Barcelona seperti kehilangan tajinya di kompetisi Eropa. Dengan hanya mengandalkan sang kapten, rasanya itu beban yang terlalu berat bagi Messi. Tim Catalan itu harus bisa meringankan beban La Pulga agar performa tim bisa meningkat.

Memang, di Liga Champions musim 2016/17, Barca berhasil melakukan comeback luar biasa di Camp Nou. Blagurana yang saat itu masih diperkuat Luis Suarez dan Neymar mampu menang 6-1 di leg kedua setelah mereka ditundukkan di markas PSG dengan skor 4-0, membuat Messi dkk lolos ke fase berikutnya dengan agregat 6-5.

Namun kini PSG tak seperti dulu lagi, justru mereka berhasil membuat malu tim yang disebut-sebut sebagai penguasa Eropa itu. Les Parisiens saat ini berisikan pemain-pemain bintang dan pelatih berpengalaman. Dengan kedatangan Neymar dan Mbappe ke Parc des Princes, itu memberikan pengaruh besar di permainan tim.

Tim asuhan Pochettino mampu membuat Barca gagal lolos ke perempat-final Liga Champions untuk pertama kalinya sejak musim 2006/07.

Bahkan di edisi Liga Champions sebelumnya, tim asal Paris tersebut berhasil melaju ke partai final. Namun mereka gagal membawa pulang trofi si kuping lebar karena harus kalah tipis 1-0 dari Bayern Munich.

Tim ibukota Prancis itu juga selalu lolos di sembilan edisi terakhir Liga Champions, dengan empat di awal lolos hingga perempat-final dan tiga setelahnya terhenti di babak 16 besar, sebelum mereka menembus partai puncak tahun lalu.

Les Parisiens saat ini tidak hanya memiliki pemain bintang saja, namun juga kedatangan pelatih berpengalaman sekelas Pochettino pada awal tahun ini.

PSG-Pochettino-202103090900(C)Getty Images

Sentuhan pria asal Argentina itu memang tak perlu diragukan lagi. Di tim sebelumnya, Pochettino berhasil membawa Spurs menjadi finalis Liga Champions musim 2018/19. Namun langkahnya bersama The Lilywhites untuk mengangkat gelar juara harus digagalkan Liverpool kala itu.

Kepiawaiannya membawa tim yang tak begitu difavoritkan untuk juara di kompetisi Eropa patut diperhitungkan. Spurs yang diperkuat Harry Kane, Son Heung-min dan Christian Eriksen berhasil finis di peringkat kedua pada pertarungan grup neraka di bawah Barca serta mengungguli Inter Milan dan PSV Eindhoven.

Permainan PSG di bawah komando Pochettion saat ini patut diperhitungkan. Bisa saja musim ini kompetisi Eropa menjadi milik tim ibukota Prancis itu. Perlu dicatat baik-baik, pertandingan melawan Barca di kedua leg, pemain kunci mereka tidak diturunkan karena cedera, yakni Neymar!

Bagaimana jadinya keganasan serangan PSG bila Mbappe, Icardi dan Neymar main bersama di depan? Bos PSG itu seharusnya mampu memanfaatkan kemampuan pemainnya dengan baik untuk bisa mengangkat trofi si kuping lebar.

Mungkin saja ini kesempatan bagi Les Parisiens untuk menunjukkan taringnya di Liga Champions. (*/Yos)

Iklan
0