Jurnalis Ahmed Shobeir memperingatkan kemungkinan terjadinya krisis di Stadion Internasional Kairo bersamaan dengan dimulainya kompetisi Liga Utama Mesir, akibat bertambahnya jumlah klub yang menjalani pertandingan mereka di stadion tersebut selama musim baru 2026-2027.
Melalui program radionya di On Sport FM, Shobeir menjelaskan bahwa pengaturan awal hanya terbatas pada penyelenggaraan pertandingan Al Ahly, Zamalek, dan Zed di Stadion Kairo, sebelum Al Bank Al Ahly dan Modern Sport bergabung ke dalam daftar klub yang menjamu laga-laganya di stadion tersebut, sehingga meningkatkan tingkat penggunaan dan menambah tekanan pada permukaan lapangannya.
Ia menunjukkan bahwa perusahaan yang bertanggung jawab menyiapkan lapangan meminta agar pertandingan pekan-pekan pertama tidak digelar di sana, serta memberi mereka waktu tambahan sebelum membukanya untuk klub-klub pada awal September, terutama dengan mendekatnya kamp latihan timnas Mesir dan kebutuhan tim pelatih untuk menjalani latihan di lapangan utama.
Shobeir juga membahas adanya kewajiban finansial yang belum dilunasi oleh sejumlah klub, dan menilai bahwa berlanjutnya situasi saat ini dapat berujung pada keputusan-keputusan mendadak, di antaranya pemindahan atau penundaan pertandingan pada awal kompetisi.
Shobeir menuntut Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk turun tangan mengatur penggunaan Stadion Kairo, dengan membatasi pertandingan hanya untuk tiga klub saja, disertai kewajiban bagi mereka untuk membayar sebagian dari kewajiban tersebut di muka, guna menghindari kekacauan apa pun saat musim dimulai.
Kompetisi Liga Mesir akan dimulai pada 21 Agustus ini, di tengah penantian akan keputusan pihak-pihak terkait mengenai kesiapan Stadion Kairo dan lapangan tempat pertandingan klub-klub yang dijadwalkan tampil di sana akan digelar.




