Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Cabo Verde v Saudi Arabia: Group H - FIFA World Cup 2026Getty Images Sport
Diterjemahkan oleh

Krisis atau solusi? Saud dan Salem, "sakit kepala" yang menanti Donis!

Kembalinya para bintang bisa menjadi keuntungan bagi pelatih mana pun, tetapi terkadang hal itu berubah menjadi ujian sulit ketika para pemain pengganti mampu tampil melampaui ekspektasi.

Inilah yang menanti pelatih asal Yunani, Georgios Donis, direktur teknik tim nasional Arab Saudi, menjelang kembalinya Salem Al-Dawsari dan Saud Abdulhamid ke dalam perhitungannya, setelah pengalaman Piala Teluk 27 membuktikan bahwa Arab Saudi mampu bersinar dan meraih gelar bahkan tanpa kehadiran sejumlah pemain inti andalannya.

Sepanjang turnamen Teluk tersebut, Donis sukses membawa tim nasional Arab Saudi meraih gelar untuk keempat kali dalam sejarahnya, dengan memanfaatkan sekelompok pemain yang mendapatkan kesempatan dan membuktikan kemampuan mereka untuk memberi nilai tambah.

Dengan kembalinya nama-nama besar, tantangannya tidak akan terbatas pada pemilihan susunan pemain yang secara teori paling kuat, tetapi juga meluas pada bagaimana menjaga keharmonisan yang sudah terbangun, tanpa menyia-nyiakan apa yang telah ditampilkan para pemain yang bersinar selama turnamen.

Pengganti Saud dan Salem: kunci sukses gelar Piala Teluk 27

Di posisi bek kanan, Donis menemukan berbagai solusi di tengah absennya Saud Abdulhamid, setelah ia memberi kesempatan kepada Mohammed Mahzari, Nawaf Boushal, dan Mohammed Abu Al-Shamat. Trio tersebut menampilkan performa mencolok yang membantu timnas menjaga keseimbangannya, serta memberikan fleksibilitas lebih besar bagi tim pelatih dalam menyikapi jalannya pertandingan.

Baca juga: Kembali yang dinanti: apakah Salem Al-Dawsari akan menyebabkan perubahan posisi senjata mematikan Inzaghi?

Mengandalkan nama-nama ini bukan sekadar penambal darurat, melainkan peluang untuk menemukan opsi-opsi baru yang bisa dimanfaatkan di masa depan.

Sementara di sisi kiri, muncul nama-nama lain yang mampu membuat perbedaan, dipimpin oleh Hammam Al-Hammami yang bersinar dan meraih penghargaan pemain terbaik turnamen, di samping Sultan Mandash dan Saleh Abu Al-Shamat, yang menampilkan performa bagus dan berkontribusi memberikan beragam solusi menyerang bagi timnas.

Kelompok pemain ini membuktikan bahwa absennya Salem Al-Dawsari tidak menghalangi Arab Saudi untuk memiliki kecepatan, keterampilan, dan kemampuan merobek pertahanan lawan, bahkan justru membuka peluang bagi elemen-elemen baru untuk membuktikan diri.

Kembalinya para bintang: apakah perhitungan Donis akan berubah?

Nilai teknis yang dimiliki Salem Al-Dawsari tidak bisa diabaikan, berkat pengalaman dan kemampuannya membuat perbedaan dalam laga-laga besar. Begitu pula Saud Abdulhamid yang menjadi tambahan penting berkat kapasitasnya di sisi kanan serta pengalaman profesionalnya.

Karena itu, kembalinya keduanya akan menjadi keuntungan yang jelas bagi timnas, tetapi keberadaan mereka dalam daftar pemain tidak berarti semua posisi yang diisi para pengganti akan otomatis kembali ke pemilik sebelumnya tanpa persaingan.

Dilema yang dihadapi Donis terletak pada bagaimana mencapai keseimbangan antara status para bintang dan opsi-opsi teknis barunya. Mengembalikan Salem ke sisi kiri bisa memengaruhi peran Hammam Al-Hammami, yang menjalani turnamen luar biasa. Begitu pula kembalinya Saud dapat menempatkan Mahzari, Boushal, dan Abu Al-Shamat dalam persaingan baru untuk posisi bek kanan, setelah mereka berhasil memanfaatkan kesempatan yang mereka dapatkan.

Donis di hadapan ujian tersulit: menyenangkan para bintang atau memberi penghargaan kepada yang bersinar?

Tidak akan mudah bagi Donis untuk mengelola urusan ini, terutama karena fase mendatang menuntut terjaganya semangat kolektif yang membantu timnas meraih gelar, sekaligus memanfaatkan pengalaman para pemain inti.

Pelatih yang sukses menemukan solusi alternatif selama Piala Teluk 27 kini dituntut membuktikan kemampuannya memadukan elemen-elemen tersebut dengan para pemain yang kembali, tanpa membuat tim kehilangan identitas atau keseimbangan yang ditunjukkannya sepanjang turnamen.

Dengan demikian, kembalinya Salem dan Saud semestinya tidak berubah menjadi krisis nyata di dalam timnas, melainkan bisa menjadi peluang untuk meningkatkan persaingan dan mengangkat kualitas opsi yang tersedia.

Namun hal itu menuntut Donis menjadikan performa dan kesiapan sebagai dua kriteria utama dalam pemilihan, bukan hanya bersandar pada nama besar. Jadi, apakah pelatih asal Yunani itu akan mempertahankan para pemain yang membawanya meraih gelar Piala Teluk, atau status bintang akan kembali memaksakan diri dalam susunan pemain inti? Jawabannya akan sangat menentukan wajah Arab Saudi dalam agenda-agenda mendatang.


SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google