Alih-alih membela rekan senegaranya, Toni Kroos, Mesut Ozil justru menunjukkan sikap tegasnya berada di belakang rekan setimnya di Arsenal, Pierre-Emerick Aubameyang, terkait kisruh yang melibatkan gelandang Real Madrid itu dan pemain internasional Gabon tersebut.
Baru-baru ini, dengan nada nyinyir, Kroos mengomentari selebrasi gol ala Aubameyang yang mengenakan topeng di podcast dia, Einfach mal Luppen.
Aubameyang telah mewarnai kariernya dengan selebrasi gol khas dia di banyak kesempatan. Musim lalu, dia mengenakan topeng Black Panther setelah mencetak gol bagi The Gunners di laga kontra Rennes di Liga Europa. Pernah juga dia mengenakan topeng Spiderman ketika bermain bagi Borussia Dortmund.
Menurut eks pilar Bayern Munich itu, perayaan gol yang dilakukan Aubameyang sama sekali tidak lucu. Lebih jauh, Kroos menyebut aksi sang striker setelah mengoyak gawang lawan tidak masuk akal.
"Jika ada tarian atau koreografi yang telah dilatih, saya menganggapnya itu konyol," kata Kroos, menanggapi selebrasi Aubayemang.
"Selebrasi dengan topeng, di situlah masalahnya bagi saya. Saya menilai, itu tidak bagus untuk dijadikan panutan. Benar-benar omong kosong," cetusnya.
Ozil yang memantau perseteruan ini, bersikap reaktif dan membela rekan setimnya di klub ketimbang kompatriotnya.
Dengan menyertakan GIF Aubameyang memakai topeng Black Panther, Ozil memposting di Twitter: "Selebrasi gol terbaik!"
Kamis lalu, Aubameyang memberikan responsnya atas kritik yang dilontarkan Kroos, menjelaskan alasan di balik selebrasi khasnya itu.
Di Twitter, Aubameyang mencuit: "Ngomong-ngomong, apakah Toni Kroos ini punya anak? Perlu diingat, saya melakukan itu untuk anak saya beberapa kali dan saya akan selalu melakukan itu lagi."
"Saya mendoakan kamu punya anak suatu hari nanti dan membuat mereka bahagia seperti anak-anak sekolah berbicara dan jangan lupa #maskon #staysafe," tegas Aubameyang, yang menyertakan emoji badut.
Tak lama Kroos menjawab bahwa dia memiliki tiga anak. Menarik dinanti, apakah twitwar ini akan berlanjut dari dua pesepakbola masyuhur Eropa tersebut.




