Bagi Anda yang penasaran soal klub mana yang diperkuat Alexandre Pato sekarang, jawaban singkatnya adalah tidak ada.
Di usianya yang belum lama ini genap 31 tahun, Pato menjadi pemain bebas agen sejak Agustus kemarin ketika Sao Paulo sepakat untuk memutus kontraknya.
Sekalipun pandemi virus corona membuat banyak klub beralih pada pemain gratisan, justru tidak ada yang melirik penyerang Brasil tersebut.
Situasi karier Pato sekarang sangat berkebalikan dengan awal mula ketika ia memperkenalkan diri di pentas global, ketika semua yang ia sentuh berubah menjadi emas.
Saat ia berusia 17 tahun, Pato dengan cepat mencuri perhatian setelah menumbangkan rekor Pele untuk menjadi pencetak gol termuda di kompetisi yang digelar FIFA saat masih memperkuat Internacional.
Meski usianya yang masih muda, ia tidak butuh waktu lama untuk menapaki karier dengan membantu Internacional memenangkan Piala Dunia Antarklub pada 2006.
Awalannya yang bagus berlanjut di level internasional sebagaimana ia mencetak gol dalam hitungan detik saat debut bersama Brasil pada 2008 - mengalahkan rekor Pele lainnya untuk kemudian mengklaim gol debut tercepat dalam balutan seragam Selecao.
Setelah itu, Pato lantas ditebus oleh AC Milan di angka 24 juta euro dan ia membuka keran golnya di Serie A saat debut melawan Napoli. Di akhir musim 2008/09, sang penyerang berhasil mengemas 18 gol di semua kompetisi dan itu menjadikannya topskor klub pada musim tersebut di usianya yang baru 19.
Dengan status kebintangannya, Pato kemudian menarik perhatian seantero Eropa pada Oktober 2009 ketika mencetak brace dalam kemenangan 3-2 yang mengesankan melawan Real Madrid.
Tapi saat sensasi muda ini mulai menunjukkan sinarnya, tubuhnya seperti mengkhianati dengan rentetan cedera. Hal itu kemudian membuatnya berubah dari Pemain Muda Terbaik Serie A pada 2009 menjadi pemain paling mengecewakan di 2012 saat ia dihadiahi penghargaan Bidone d’Oro.
"Cedera kecil akhirnya menjadi hal yang sangat besar. Saya kehilangan kepercayaan, saya merasa sedikit kesepian karena mereka menyalahkan saya," kata Pato kepada Gazzetta baru-baru ini tentang kesulitan yang ia temui di Milan.
Pada awal 2013, Pato yang tidak tampil bagus kembali ke Brasil sebagaimana ia diberi kesepakatan oleh Corinthians. Meski dia bermain secara teratur untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir, Pato menunjukkan sedikit kemunduran di depan gawang dan pada awalnya dikecam oleh penggemar karena penampilannya yang buruk.
Tahun berikutnya, ia dikirim dengan status pinjaman ke Sao Paulo dan mencetak 38 gol yang solid selama dua tahun, yang lantas meyakinkan Chelsea untuk mengontraknya pada awal 2016.
Meski mencetak gol pada debutnya di Liga Primer, Pato gagal mengamankan waktu bermain reguler di Chelsea dan meninggalkan klub enam bulan kemudian dengan hanya dua penampilan.
Getty ImagesDengan ia yang masih tidak diinginkan di Corinthians, Villarreal kemudian menyetujui kontrak permanen untuk Pato, tetapi mereka hanya membayar sepersepuluh dari yang dibayarkan AC Milan untuk dia sembilan tahun sebelumnya.
Di Villarreal, Pato mampu menjaringkan enam gol di sepanjang musim 2016/17, dan klub LaLiga itu tidak melewatkan peluang untuk mendapatkan keuntungan besar ketika klub Tiongkok Tianjin Quanjian bersedia membayar 18 juta euro untuk jasanya.
Terlepas kesulitannya untuk tampil produktif di Eropa, Pato justru berhasil mencetak gol demi gol di Asia dan mengemas total 36 gol dalam dua musimnya bersama Tianjin.
"Dua tahun di Tiongkok ini penuh dengan momen bahagia bersama rekan satu tim dan penuh pengalaman baru. Saya cukup yakin Tiongkok membuat saya tumbuh sebagai seorang pria," tulis Pato di Weibo pada 2019.
"Saya mengunjungi kota dan tempat baru, saya belajar budaya dan kebiasaan berbeda selama di negara hebat ini. Saya membantu tim saya, dengan gol dan permainan saya, dengan mencapai Liga Champions Asia untuk pertama kalinya dalam sejarah klub."
Pada awal 2019, Pato memastikan kembali ke Sao Paulo tetapi sembilan gol dari 34 penampilan membuat reuni itu berakhir pada Agustus tahun ini.
Meskipun baru berusia 31 tahun, Pato mengalami kesulitan untuk mendapatkan klub sejak itu, sekalipun ada rumor yang menyebutnya mungkin kembali ke Italia dalam waktu dekat.
"Saya ingin kembali ke Eropa," kata Pato pada Gazzetta pada April. "Di Milan, akan sangat menyenangkan,” harapnya.




