Stanislav Kritsyuk selaku penjaga gawang Zenit St. Petersburg dan berkebangsaan Rusia turut bersuara menanggapi konflik negaranya dengan Ukraina.
Seperti diketahui, Rusia di bawah perintah presiden Vladimir Putin tengah melakukan operasi militer khusus di negara tetangganya tersebut, yang oleh banyak orang dianggap sebagai invasi.
Jutaan orang diprediksi mengungsi meninggalkan Ukraina selagi ribuan orang dikhawatirkan telah menjadi korban dari peperangan ini.
Beberapa pemain ternama Rusia memilih bungkam sedangkan kapten timnas Artem Dzyuba buka suara setelah dikritik habis-habisan oleh bintang Ukraina, dan kini Kritsyuk turut menyuarakan keprihatinannya.
Apa Kata Kritsyuk?
Dikutip dari Daily Mail, pemilik dua caps bersama Rusia itu mengatakan: “Hari-hari ini saya, seperti kebanyakan orang, merasa tidak tenang.
“Sulit untuk mencoba mencari alasan: ‘Olahraga harusnya jangan dicampur politik” – dan fokus saja pada latihan. Tapi itu adalah upaya untuk menipu diri sendiri.
“Karena saya bukan hanya pesepakbola, tapi juga manusia, warga negara, ayah, anak. Dan saya menentang jika ada yang kesulitan dan terancam nyawanya.
“Untuk dunia – berdamai lah, setiap hidup itu berharga. Langit cerah di atas kepala semua orang! Itulah yang diajarkan kepada saya sejak kecil.”
Ukraina Minta Berunding
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Kamis (3/3) sore waktu setempat meminta Putin untuk duduk bersamanya di meja perundingan guna membahas gencatan senjata dan perdamaian.
Dalam penampilannya di televisi, Zelensky menyatakan: “Keluar dari tanah kami. Anda tidak mau pergi sekarang? Kemudian duduk bersama saya di meja negosiasi. Saya tersedia. Duduk. Tapi jangan 30 meter seperti [yang Anda lakukan] dengan [presiden Prancis Emmanuel] Macron atau [kanselir Jerman] Olaf Scholz dan lainnya. Saya ini tetanggamu. Anda tidak perlu menjaga jarak 30 meter dengan saya.
“Saya tidak menggigit. Saya hanya pria normal. Duduk bareng saya dan bicara. Apa yang Anda takutkan? Kami tidak mengancam siapa pun, kami bukan teroris, kami tidak menyerbu bank dan tidak menyerbu tanah asing!”
