Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Diriyah vs Al Qadsiah - Saudi Pro LeagueGetty Images Sport
Diterjemahkan oleh

Keyakinan aneh dan susunan pemain yang salah: Pendukung Saudi mengejutkan Donis

Meski timnas Arab Saudi berhasil memesan tempat di final Piala Teluk 27 atas Qatar melalui adu penalti dengan skor 3-2, lolosnya tim ke final tidak cukup untuk meredakan kemarahan para suporter terhadap pelatih asal Yunani, Georgios Donis, setelah keputusan teknis, susunan pemain inti, dan pergantian pemain yang dilakukannya membuka pintu lebar bagi kritik di platform "X".

Suporter Arab Saudi merayakan keberhasilan lolos ini, tetapi pada saat yang sama mereka melihat bahwa pertandingan tersebut memunculkan sejumlah tanda tanya seputar cara Donis menangani laga, terutama di tengah sulitnya menembus organisasi pertahanan Qatar, selain beberapa keputusan terkait penempatan pemain dan pergantian yang dilakukan selama pertandingan.

Abu Al-Shamat memunculkan tanda tanya

Mohammed Abu Al-Shamat menjadi salah satu nama paling menonjol yang menjadi sorotan para suporter Arab Saudi, setelah sejumlah penggemar menilai bahwa pemain timnas tersebut tampil dengan level istimewa sepanjang turnamen, dan layak mendapatkan kesempatan lebih besar menghadapi Qatar, alih-alih menunggu hingga menit-menit akhir pertandingan.

Salah seorang penggemar bahkan mengkritik keputusan Donis dengan mengatakan: "Mohammed Abu Al-Shamat adalah salah satu bintang turnamen, sayangnya ia masuk terlambat, padahal seharusnya ia menjadi pemain inti dan bermain menggantikan saudaranya, Saleh Abu Al-Shamat, di sayap kiri".

Pertandingan berikutnya

Para pemegang pendapat ini menilai bahwa Mohammed bisa memberikan solusi tambahan pada sisi serangan, terutama dengan kemampuannya bergerak, menciptakan ruang, dan mengubah bentuk permainan tim, sementara beberapa pilihan pemain inti memunculkan pertanyaan seputar cara terbaik memanfaatkan unsur-unsur yang bersinar di turnamen.

Pergantian pemain memicu kemarahan suporter

Kritik tidak berhenti pada susunan pemain inti, melainkan meluas hingga keputusan-keputusan Donis selama pertandingan, di mana sebagian penggemar menilai bahwa pergantian pemain tidak menambah kekuatan serangan yang dibutuhkan, bahkan menyebabkan penurunan level timnas pada beberapa periode laga.

Salah seorang suporter mengatakan: "Dengan banyaknya tembakan kami ke gawang Qatar, kami hanya punya satu peluang berbahaya ke gawang Qatar dan itu datang dari Mandash, dan di atas semua itu Donis menariknya keluar lalu memasukkan Al-Hamdan, yang secara harfiah tidak melakukan apa-apa. Saya berharap Donis tidak mengulanginya lagi".

Kelompok suporter ini menilai bahwa menarik keluar Sultan Mandash, yang menjadi salah satu pemain paling aktif di sepertiga pertahanan lawan, bukanlah keputusan yang paling tepat di tengah kebutuhan timnas akan seorang pemain yang mampu menciptakan ancaman, terutama menghadapi timnas Qatar yang menutup ruang dan mengandalkan kerapatan pertahanan.

Kekhawatiran terulangnya kesalahan menghadapi UEA

Sebagian suporter lainnya melangkah lebih jauh dari sekadar menilai pertandingan melawan Qatar, dan sudah mulai melontarkan tanda tanya seputar susunan pemain yang akan diandalkan Donis di final menghadapi UEA, terutama karena pertandingan ini akan menjadi kesempatan terakhir timnas untuk meraih gelar Teluk.

Baca juga: Mantan bintang Arab Saudi melancarkan serangan terhadap pemain Al-Hilal meski lolos atas Qatar

Salah seorang penggemar mengatakan: "Yang membuat saya penasaran saat ini hanyalah susunan pemain yang akan diturunkan Donis pada hari Selasa. Kira-kira akan seperti apa? Dan kira-kira apakah ia merasakan serta memahami bahwa ada satu atau dua pemain yang keberadaannya sama saja dengan ketiadaannya, tanpa solusi apa pun, hanya sebagai pelengkap jumlah?".

Komentar ini mencerminkan kondisi kegelisahan di kalangan sebagian suporter terhadap sejumlah pilihan yang dinilai tidak meyakinkan, di tengah tuntutan agar keputusan Donis di final lebih jelas, dan agar ia mengandalkan unsur-unsur yang mampu memberikan nilai tambah ofensif dan teknis sejak awal pertandingan.

Lolos ke final tidak menghentikan kritik

Meski bersukacita atas lolos ke final, sebagian suporter menganggap bahwa kemenangan lewat adu penalti tidak boleh menutupi masalah-masalah yang muncul selama pertandingan, terutama pada level penciptaan peluang dan menembus gawang lawan.

Salah seorang suporter mengatakan: "Meski lolos ke final, dan meski timnas Qatar bertahan rapat dan tertutup, saya tetap melihat Donis kacau dan ia bukanlah pelatih yang bisa diandalkan sepenuhnya. Kemarin saya merasakan timnas lewat pergantian pemain, dan saya rasa itu bisa berjalan untuknya di Teluk, tetapi di Asia sulit untuk berjalan, tidak ada ruang untuk kebetulan di sana".

Dan sementara timnas Arab Saudi bersiap menghadapi UEA di final Piala Teluk, Donis kini memiliki kesempatan baru untuk membalas kritik-kritik ini melalui pilihan-pilihan teknisnya di dalam lapangan, dalam sebuah pertandingan yang tujuannya bukan lagi sekadar lolos, melainkan merebut gelar, dan membuktikan bahwa keputusan-keputusan yang ia ambil sepanjang turnamen bisa membawa Al-Akhdar menuju akhir yang dinantikan para suporter.

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google