Ketua umum (Ketum) PSSI Letjend TNI Edy Rahmayadi langsung mengambil langkah tegas terkait insiden kerusuhan antara suporter Persita Tangerang dengan PSMS Medan yang terjadi di Stadion Mini Persikabo, Bogor, Rabu (11/10). Lantaran kerusuhan itu, satu orang suporter dari Persita bernama Banu Rusman harus meregang nyawa.
Edy yang saat ini juga menjabat sebagai Pangkostrad TNI pun mengakui, dalam pertandingan tersebut yang menjadi bagian dari suporter PSMS terdapat anggotanya yang merupakan prajurit dari Divisi Kostrad Cilodong.
"Memang iya, itu kebanyakan dari Kostrad. Tapi ada masyarakat sipil juga. Untuk sementara ini, tidak saya izinkan prajurit-prajurit (suporter dari militer) ini masuk ke dalam stadion," tegas Edy.
"Kami sangat prihatin dan menyayangkan peristiwa ini. Kami juga ikut berduka dan menyampaikan rasa simpati kami untuk keluarga korban," tambahnya.
Di samping itu, jenderal bintang tiga ini menegaskan bakal mencari tahu penyebab dari kerusuhan ini, dan akan menindak tegas pelakunya. "Karena yang saya tahu sementara ini, sebelum kerusuhan suporter yang di sana melempari suporter prajurit. Ada 15 prajurit kepalanya bocor-bocor. Sepakbola seharusnya menjadi sebuah hiburan," jelasnya.



